Kamis, 21 Januari 2010

The Myth part 2

Udara dingin membuat Laurie bangun hari itu lebih siang, selain tidur dengan nyenyak ia punya alasan untuk bangun siang.Kuliahnya hari itu libur, ia berencana mencari pekerjaan sambilan, tabungannya sudah menipis.Orang tuanya kemarin memberi kabar tidak akan mengrim uang dalam dua bulan kedepan dengan alasan sedang merenovasi rumah mereka. Itulah salah satu hal yang membuat Lurie ingin segera pergi dari rumah dan hidup jauh dari keluarga. Ia mendapat perlakuan ”tak di anggap” dalam keluarganya, hanya saja karena ia merupakan anak bawaan ayahnya yang kini menikah lagi. Ibu kandung Laurie meninggal saat Laurie berusia 14 tahun, saat itu ibunya didiagnosa menderita penyakit lever atau memar hati, tapi bagi Laurie kata yang paling tepat adalah sakit hati, karena ayahnya selingkuh dan meninggalkan mereka sebab ibu yang sakit-sakitan. Setelah kematian ibunya Laurie terpaksa tinggal dengan ayah dan keluarga tirinya yang memusuhinya hingga lulus High Shcool, setelah itu Laurie memutuskan untuk pergi dan memulai hidupnya sendiri.Ayahnya berjanji akan mengirimkan uang setiap bulan ke rekeningnya, awalnya Laurie menolak namun ia merasa perlu modal untuk membangun dirinya sendiri. Laurie teringat ayahnya sekarang sudah tua dan bersikap pasif pada istrinya yang lebih muda dan anak-anak tirinya.

Laurie berusaha membuang jauh-jauh kengan buruk tentang keluarganya,dan segera mandi air dingin di tengah udara yang menusuk itu, hasilnya pikirannya jauh lebih tenang dan santai. Ia teringat kemarin Jessica menawarkan pekerjaan 24’s Rest, ssebuah toko swalayan tempat Jessica bekerja, akhirnya ia memutuskan memakai kemeja wanita,celana panjang serta memakai mantel tebal untuk melindunginya dari cuaca dingin, ditambah make up tipis, pagi itu Laurie dengan percaya diri melangkah menuju toko swalayan tersebut. Saat tiba di sana, Laurie langsung diantar oleh Jessica ke pemilik toko tersebut. Setelah melalui tes wawancara selama 30 menit, akhirnya Laurie diterima bekerja di tempat itu sebagai kasir toko mulai besok dan akan di training oleh Jessica.

Setelah selesai, Laurie memberi kabar gembira tersebut kepada sahabatnya yang tengah bekerja, mereka berdua bersorak dan melompat, hingga seluruh pengunjung toko memperhatikan ke arah mereka.

”Well, apakah nanti malam kau akan datang ke pesta Sarah Lee?”tanya Laurie.

”Sepertinya begitu kau tahu kan pesta-pestanya selalu meriah, mulai dari acara hingga tamu-tamu yamg akan datang.”

”Yeah,kau benar!walaupun dibilang hanya mencari sensasi,tapi jelas kita semua sangat menikmati dan menantikan selalu acara yang berhubungan dengannya.”ujar Laurie.

”Aku tahu siapa tamu spesial malam ini!”kata Jessica. tersenyum licik.

Laurie juga menunjukan senyum yang sama, jawaban di kepala Jessica sama persis dengan yang ada di kepalanya.



Malam itu pesta ulang tahun Sarah Lee berlangsung meriah, dosen tampan dan favorite mahasiswa, Richard Nixon yang sempat digosipkan akan datang, ternyata tidak muncul hingga tengah malam, ia memberi kabar pada Sarah bahwa dirinya akan mengajar kelas malam dan setelah itu ada urusan lain. Walaupun begitu pesta tetap berlangsung meriah, suara musik dan lagu Jennifer Lopez menggema dari dalam ruangan hingga keluar rumah.

Di pojok ruang tampak Sarah, Karen dan Ellie yang tengah asyik bergosip sambil menyesap wine sambil bergoyang pelan.

”Ternyata Ted benar-benar brengsek,”ungkap Ellie sambil meneguk wine yang kelima gelas.

”Aku sudah bilang padamu,kan!pria itu adalah bajingan, playboy dan seperti katamu,benar-benar brengsek, aku melihatnya tadi ia datang dengan wanita itu!”kata Karen.

”Siapa?” tanya Sarah.

”Leona Adams, kau pikir siapa lagi!”jawab Karen

Sarah menutup mulutnya seolah tidak percaya,ia tahu Leona Adams sangat terkenal di kalangan kampus,ia selalu masuk headline di gosip-gosip kampus, kabarnya dari berita yang beredar, selain sebagai mahasiswi ia juga berprofesi sebagai WTS.

”Mereka mungkin pasangan yang serasi,”gumam Ellie.”Yang satu WTS, yang satu lagi bajingan, the truly crime lover!”

”Well,sudahlah!lupakan tentang mereka,malam ini aku ingin kita bersenang-senang, I love this song,anyway!” teriak Sarah sambl menggoyangkan badannya mengikuti musik, Karen dan Ellie mengikutinya sambil bersulang gelas wine mereka.

”Aku tidak bisa pulang dalam keadaan seperti ini,ibuku bisa menghajarku!”ujar Ellie.

”What!tapi ini baru saja dimulai! Kenapa kau tidak menginap di sini? ada banyak kamar yang kosong di atas!”kata Sarah menawarkan.

”Tidak,thanks!jawab Ellie menolak.”Tapi ibuku saat ini sedang sulit, aku tidak mau meninggalkannya sendirian terlalu lama.”

”Ellie,kau sedang mabuk!” kata Karen. ”Aku bisa menelepon ibumu,ia pasti mengizinkan!kau sudah 19 tahun, kau bebas melakukan hal seperti ini, apa ada yang salah?”

”Tidak,bukan itu! ibuku baru saja melewati hari berkabung setelah kematian ayahku satu tahun lalu, ia masih agak galau dan tertekan karena terus mengingat hari itu, aku hanya ingin bersamanya di saat-saat seperti ini.”

Sarah dan Karen hanya bisa mengangkat bahu,mereka menyerah dan merasa percuma membujuk Ellie untuk menginap.

Mendadak Ellie merasakan pinggangnya dipeluk seseorang dari belakang,”Atau kau mau menginap di tempatku ,sayang!”kata sebuah suara yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Ellie mengenali suara itu. Ia menoleh dan menatap Ted Williams yang tersenyum licik kepadanya.

”Singkirkan tanganmu yang menjijikan ini,Ted!kata Ellie ketus.”Kau pikir aku tidak tahu apa yang kaulakukan dengan pelacur itu di taman belakang kampus?”

Mendadak mimik Ted berubah, jelas ia tidak menduga bahwa Ellie telah memergokinya

dengan Leona Adams.”Kau salah paham, Ellie!”kata Ted berusaha berkelit.”Aku tidak ada hubungan dengannya. Ellie, kita baru saja memulai hubungan, aku tidak mungkin bebuat seperti itu.Aku tidak tahu apa yang kau dengar tentangku dari orang lain, tapi yang pasti mereka salah.”

”Ted,awalnya aku berharap banyak padamu, saat ini aku sedang galau karena ibuku yang sedang masa sulit,dan kurasa aku telah menemukan seseorang untuk berbagi. Aku kira kau orang yang tepat untuk itu, tapi aku salah”

”Ellie.”kata Ted.”Kau bisa berbagi apapun denganku,aku sudah bilang itu,kan.Atau kau lebih percaya bisik-bisik disekitarmu.”ujar Ted sambil memandang Karen dan Sarah yang menatap sinis ke arahnya. Kedua gadis itu hanya tersenyum mengejek.

”Mereka mungkin salah tentangmu,tapi aku tidak!kau bisa saja bilang tidak ada hubungan dan itu semua salah paham,tapi waktu jelas terlihat kalu kau sangat menikmati detik-detik melumat habis bibir pelacur itu.”

”Ellie,dia bukan....!

”Cukup!”kata Ellie pelan.”Aku tidak mau lagi berurusan denganmu,aku menganggap ini adalah sebuah kesalahan. Mestinya kita tidak saling mengenal. Kembalilah ke gadismu itu, aku jadi ingin tahu berapa kau bayar wanita itu?100 ribu?200 ribu atau mungkin all night sex, karena kudengar dia hanya mencari kepuasan”

Mendengar itu, wajah Ted mendadak terlihat merah padam, musik berhenti, ia bisa merakan semua mata tertuju pada mereka.Tangan Ted mengepal,keringat mengalir dari keningnya, ingin sekali ia mencekik gadis yang ada di depannya, tapi ia kembali sadar,baru beberapa bulan ia keluar dari penjara akibat mengemudi sambil mabuk, ia tidak mau ke tempat itu lagi hanya karena memukul seorang gadis, lagi pula ia bukan tipe pria yang ringan tangan terhadap wanita.

Ellie merasa menikmati saat-saat seperti itu, tapi kemudian teman Ted, Andy McHenry datang dan membawa Ted pergi dari hadapan Ellie tanpa menoleh ke belakang.


Laurie dan Jessica tengah menyaksikan adegan telenovela seperti yang ada di televisi.”Ini sangat menyenangkan”gumam Jessica. ”Aku bertaruh Ted akan memukul Ellie Smith.”

”Menurutmu begitu?” tanya Laurie.”Sepertinya tidak aku pernah berpacaran dengan Ted, kuakui walaupun ia bajingan, ia adalah pria yang lembut.ia tidak akan memukul Ellie walaupun dihajar sekalipun.”Dugaan Jessica meleset, seorang pria membawa Ted pergi dari medan pertempuran.

”Jadi menurutmu, apa benar Ted pacaran dengan pelacur itu?”tanya Jessica.

”Dia bisa pacaran dengan siapa saja,aku bahkan yakin ia sudah tidur dengan Mrs.Marple, tapi kurasa itu lebih karena nilainya yang jatuh.”

Mulut Jessica ternganga.”Laurie kau bercanda?dari mana kau tahu?apa kata Universitas?bagaimana kalau dosen lain tahu?”

”Aku tahu dari temanku di kelas malam, ia pernah melihat Ted menjemput Mrs.Marple dengan mobilnya.”

”Tapi itu tidak membuktikan apapun!’

”Well,aku ingin bertanya padamu.Apa yang akan terjadi jika dua orang sama-sama membutuhkan, yang pria ingin mendapat nilai bagus, yang wanita seorang dosen, janda dan ingin kepuasan.?”

”Seks!”jawab Jessica pelan.

”That’s the answer!”sahut Laurie sambil bersulang.

”Kau memang cepat dewasa”kata Jessica menimpali.


”Kalian lihat apa yang baru saja kulakukan?”seru Ellie pada Karen dan Sarah yang ada di belakangnya yang masih memandangi Ellie dengan tatapan tidak percaya.”Ellie aku tidak mengira kau bisa bersikap seperti itu.”ujar Sarah.

”Dia cuma mabuk,”kata Karen.”Lebih baik kau segera istirahat di atas,atau apa kau mau kuantar?”

”Tidak,terima kasih!aku akan segera pulang!”jawab Ellie.

”Kau yakin,tidak mau menginap?”tanya Sarah sekali lagi.”Aku takut kau akan pingsan di jalan.’

”Aku masih belum terlalu mabuk,j awab Ellie.”Aku masih bisa berjalan dan berpikir, coba saja berikan aku soal matematika yang sulit untuk membuktikannya pada kalian.”Karen dan Sarah saling bertatapan lalu menyerah.

Kemudian kedua sahabat Ellie, mengantarkannya hingga pintu gerbang rumah Sarah. Sekali lagi Sarah menawarkan Ellie untuk menginap,tapi kembali menyerah setelah gadis itu memaksa reman-temannya untuk terus melanjutkan pesta.

Ellie berjalan menyusuri Ocean Road yang terang dengan lampu-lampu penerangan jalan,namun kadang-kadang ada jalan yang sepi karena pohon-pohon yang terlalu rindang, Ellie melihat sekilas jam tangannya,pkl.3.00. Kemudian melipatkan kedua tangannya di dada untuk mengahangatkan tubuhnya yang kedinginan walaupun ia sudah memakai mantel tebal.

”Ted memang pantas mendapatkannya, katanya pelan sambil tersenyum.”Ia memang pantas mendapatkan perlakuan memalukan seperti itu”.Ellie mendesah panjang.”Kota ini benar-benar sepi dan sunyi pada malam hari,”katanya kemudian.”Tidak aneh banyak beredar di kalangan warga tentang seputar mitos-mitos Salem Falls, kenapa hal seperti itu masih saja beredar di abad yang modern seperti ini.”

Sementara Ellie masih dalam keadaan agak mabuk dan terus mengoceh sendiri, ia tidak menyadari seseorang mengikutinya,saat orang itu semakin dekat di belakangnya, Ellie baru sadar ketika mulai merasakan pukulan di belakang lehernya, menit berikutnya yang ia rasakan cuma seseorang mengangkat tubuhnya sebelum ia jatuh ke dalam kegelapan. Orang itu mengangkat tubuh Ellie dan memasukannya ke dalam mobil sedannya yang mewah.



17 November 2008

Jam menunjukan pkl.03.30 saat Jenna Nixon menutup buku yang baru saja selesai dibacanya, saat ini ia tengah berharap-harap cemas tentang suaminya yang belum pulang ke rumah.Apakah ia pergi ke rumah salah satu mahasiswinya?Jenna membuang jauh-jauh pikiran konyol yang saat ini muncul di kepalanya.Ia meraih jam berwarna perak yang terbuat dari perunggu berbentuk hati yang ada di meja., ia masih ingat jam itu dibelinya saat ia dan Richard berbulan madu ke Paris musim panas dua tahun yang lalu, mereka membelinya di pasar barang antik setempat, penjualnya bilang jam tersebut buatan abad 19 dan merupakan hadiah Raja Edward kepada istrinya Ratu Victoria, Jenna ingat kata-kata Richard waktu itu,

”walaupun ini buatan abad 19, anggap saja aku Raja Edward dan kau Ratu Victoria yang terlahir kembali untuk memberikan tanda cinta. Jam ini menandakan cinta kita tidak akan berhenti hingga waktu memisahkan”

Jenna kembali meletakan jam itu di tempatnya begitu mendengar pintu depan dibuka Jenna menduga itu suaminya,ia segera mengambil posisi saat ia sedang membaca tadi.

”Kau belum tidur?apa kau menungguku”tanya Richard saat masuk kamar.

”Tidak,aku hanya merasa sulit sekali untuk tidur,apa kelas malam hingga selarut ini, aku salah ini bukan larut malam,tapi sudah pagi?”tanya Jenna terus terang.

”Sebenarnya sampai pkl 09.00 tadi, tapi aku ada urusan, apa itu masalah buatmu?”

Jenna merasa jika ini diteruskan,maka akan menjadi pertengkaran di pagi hari buta,akhirnya ia cuma mrnjawab,”apa kau mau kusiapkan air panas untuk mandi atau sesuatu untuk kau makan?”

”Tidak,aku mau langsung tidur, aku lelah!”jawab Richard, kemudian dengan masih memakai kemejanya ia langsung berbaring membelakangi istrinya.

Aku juga lelah,kata Jenna dalam hati.Aku lelah denga sikapmu yang seperti ini,aku lelah menunggumu apa saja yang sudah kaulakukan?.Tiba-tiba Jenna langsung mendapat jawabannya begitu berbaring di samping Richard, Jenna yang seorang wanita samar-samar ia bisa mencium aroma wanita lain dari kemeja yang dipakai suaminya, saat itulah ia mulai berpikir untuk melakukan sesuatu, ia harus mengakhirinya sekarang juga.



Pkl.3.00 Lilian Clausen terbangun dari tidur karena Robert tidak ada di sampingnya, merasa ada sesuatu yang buruk, kemudian ia segera meraih mantelnya dan keluar kamar.Lillian merasa saat ini Robert tengah melamun di tepi ladang jagung, ia tahu karena pernah mengalami hal ini sebelumnya, saat itu juga tengah malam, Lillian menemukan Robert tidak ada di sampingnya, ia mencari Robert kemana-mana, akhirnya ia menemukan Robert di tepi ladang jagung sambil menatap langit yang penuh bintang sambil menangis, saat Lillian mendekat ia berkata pelan,”Aku melihat Allison memanggilku”

Allison Clausen, puteri satu-satu mereka meninggal 10 tahun lalu akibat kanker di otaknya, kepergian puteri mereka amat meninggalkan duka terutama bagi Robert yang amat memanjakannya, semenjak itu Robert sering keluar rumah tengah malam dan melamun di tepi ladang jagung sampai matahari terbit.

Lillian menyusuri ladang jagung dengan senter di tangannya,matanya dengan awas mengawasi setiap jengkal apa yang ada di hadapannya. Ia segera menuju ke tempat di mana ia menemukan Robert malam itu, saat tiba di sana,ia tidak menemukan suaminya atau siapapun, sekarang ia punya alasan untuk lebih cemas, di mana suaminya sekarang pagi buta begini?setelah mengelilingi ladang sekali lagi dan kelelahan ia memutuskan kembali ke rumah dan berniat menunggu Robert sampai pagi. Saat tiba di kamarnya ia sangat terkejut menjumpai Robert tengah menunggunya di tempat tidur.

”Ke mana saja kau?”tanya Robert sambil tersenyum.”Apa kau tidak bisa tidur?”

”Tidak,!”jawab Lillian berusaha agar suaranya terdengar normal.”Sayang,apa kau baru saja keluar?”

”Ya,aku hanya memeriksa sapi-sapi kita, akan mendengar mereka ribut, aku takut ada segerombolan serigala datang!”

”Lalu bagaimana?”tanya Lilian masih menatap heran ke arah suaminya,”apa mereka baik-baik saja?”

”Ya,sepertinya hanya lapar, aku memberi mereka rumput yang ada,ada apa kau terlihat tegang?lebih baik istirahatlah lagi, bukankah besok pekerjaan sangat banyak.”kata Robert sambil membimbing istrinya ke tempat tidur.

Lillian masih belum bisa memejamkan mata hingga pkl 4.00,di belakangnya ia bisa mendengar suara Robert yang mendengkur pelan.Ia sudah mendengar Robert tentang sapi-sapi itu,tapi ia tahu srigala sudah jarang ada di Salem Falls, kalaupun ada mereka jarang turun ke pemukiman sejak 50 tahun terakhir, jawabannya cuma satu, Robert sudah bohong padaku, katanya dalam hati.



Bangun kesiangan membuat Lacey Hilmer amat gusar, udara dingin ditambah jam weker yang ia temukan 3 bulan lalu rusak alarmnya, membuat ia telat pegi ke tempat pembuangan sampah kota.

Akhirnya Lacey keluar rumah dan memulai aktivitasnya pkl 4.00 lewat, ia merasa hari ini akan mendapat hasil yang sedikit karena yakin pemulung lain sudah mulai lebih dulu. Saat tiba di sana,ternyata ia mendapati tempat itu masih agak sepi, ia hanya melihat beberapa pemulung di sana, udara dingin pasti akan membuat mereka bangun tengah hari, pikirnya.

Dengan tangan terlatih Lacey mulai memungut plastik, kaleng soft drink bekas dan bes-besi tua dengan suatu alat mirip pengait yang ujungnya diberi magnet.Lacey menyusuri tempat itu dengan leluasa, dengan senang hati dan khayalan makan malam enak Lacey bergerak cepat dan dua jam kemudian ia sudah mendapat dua setengah karung kaleng dan besi tua berupa paku-paku berkarat atau potongan aluminium.Lacey segera menitipkan hasil memulungnya kepada orang yang menampung barang-barang seperti itu yang tinggal di sekitar tempat itu,kemudian memulai lagi pekerjaannya dengan menysuri daerah itu ke arah yang berlawanan. Dari kejauhan Lacey bisa melihat gundukan kecil kaleng minuman dekat semak-semak, saat ia mendekat untuk mengambilnya ia melihat pemandangan lain yang bukan hanya rezekinya hari itu.Di semak-semak di depannya Lacey bisa melihat tubuh seorang wanita yang tertelungkup di sana,tubuh itu pucat putih karena membeku, sesaat kemudian Lacey tidak bisa bergerak dan mengeluarkan suara, akhirnya dengan susah payah ia menjerit keras sebelum akhirnya rubuh ke tanah dan pingsan.



Kepala kepolisian Salem Falls, Jack Daherty sudah menjadi polisi di Salem Falls selama 15 tahun. Kepala botak, perut yang buncit dan kumis tipis,penampilan yang ramah membuatnya ia di segani warga,di usia sekarang yang 52 tahun ingin membuatnya segera pensiun, kasus mengenai Andrew Smith dan gadis yang hilang 7 tahun lalu niatnya akan ia limpahkan segera kepada orang yang akan mengggantikan posisinya.Pagi itu Jack tengah sarapan di dapurnya yang mungil namun nyaman dengan istrinya Dorothy Daherty.

”Tadi malam aku tidak bisa tidur,kata Jack sambil mengoleskan selai ke roti,”kepalaku pusing dan aku merasa gelisah,aku yakin hari ini akan ada kejadian yang buruk.”

”Sayang,kenapa kau selalu menghubungkan kegelisahan dalam tidurmu dengan apa yang akan terjadi hari ini, yakinlah hari ini akan menyenangkan, habiskan sarapanmu dan segera berangkat ke kantor.”

”Sayang, jika kita pensiun nanti, apa kau mau kita pindah ke White Mansion?aku yakin uang pensiunku di tambah tabungan kita pasti cukup”

Dorothy menatap suaminya dengan lembut kemudian ia menjawab,”aku akan ikut kemanapun kau pergi, tapi kalau boleh aku ingin tetap tinggal di sini, atau setidaknya rumah ini ada yang menempati, rumah ini warisan nenekku, aku tidak mau orang lain memilikinya,”

”Kita bisa meminta Molly tinggal di sini!”usul Jack,Lillian mengangguk sambil tersenyum.

Setelah selesai Jack segera meraih jaket polisinya kemudian mencium kening istrinya dan bergegas berangkat ke kantor.Telepon berdering begitu ia melangkah keluar, Dorothy mengangkatnya kemudian memanggil suaminya,”Untukmu,sayang!dari Nick!”

”Ada apa Nick?”tanya Jack kepada asistennya itu.

Wajah Jack terlihat menegang, ia merasa kejatuhan beban yang begitu berat, Dorothy yang melihat suaminya seperti itu mendadak ikut khawatir,”ada apa, Jack?”tanyanya begitu Jack meletakkan gagang telepon.

”Maaf sayang,kita tidak bisa pindah ke White Mansion dalam waktu dekat,sepertinya aku harus menunda pensiunku, firasatku benar mengenai hari ini. Akan terjadi hal buruk.”

Saat tiba di TKP, Jack segera menemui seorang pemulung yang sedang duduk didalam mobil patroli polisi, di tangan pemulung itu tergenggam secangkir kopi panas yang masih mengepul.Jack segera masuk kedalam mobil dan duduk di belakang kemudi.

”Anda Lacey Hilmer?”tanya Jack ramah.Lacey mengangguk pelan.

”Apa anda yang menemukan mayat itu?”.Lacey mengangguk lagi.

”Bisa anda ceritakan semuanya dari awal,pelan-pelan saja.”

Lacey menceritakan segalanya mulai dari ia bangun tidur hingga menemukan mayat itu,Jack cuma mengangguk-angguk, tangannya sibuk mencatat di buku kecil yang tidak dimengerti Lacey apa tulisannya.

”Jadi kau biasa berangkat pkl 5.00,hari ini kau telat 2 jam?”

Lacey mengangguk,”alarm di rumah saya rusak,dan udara semalam sangat dingin,membuat saya tidur nyenyak,anda tahu,kan....!”

Jack mengangguk,”ya,semua orang aku rasa bangun siang hari ini,lalu bagaimana kondisi mayat saat pertama kali kau menemukannya?”

”Ia tertelungkup,tanpa busana,tubuhnya membeku dan berwarna putih pucat,kurasa karena udara yang dingin ini.”

”Apa kau melhat orang yang mencurigakan sat tiba di sini?”tanya Jack lagi.

Lacey menggeleng,”hanya beberapa pemulung seperti aku”,tapi kemudian Lacey berpikir sebentar ia sudah punya uang untuk makan malam, mungkin setelah ini kehidupannya bisa membaik ,ia bisa masuk media, terkenal dan banyak uang, otaknya terus berputar ”Tapi sepertinya aku melihat orang aneh berlari”kata Jack kemudian.Apa salahnya sedikit sensasi,pikir Lacey



Tempat tinggal Laurie Anderson yang merupakan apartemen murah di Salem Falls kini penh sesak ditinggali oleh mahasiswa setempat.Pagi itu Laurie tengah menyaksikan headline news yang menyiarkan berita langsung tentang ditemukannya mayat seorang gadis pagi tadi.Saat kamera menyorot Laurie bisa mengenali mayat itu dengan jelas,Ellie Smith gadis yang baru saja putus dengan berandal kampus Ted Williams ditemukan tewas di semak-semak dekat pembuangan sampah pagi tadi oleh pemulung.

Sambil menyeruput kopinya Laurie menatap lekat-lekat ke arah televisi, Laurie ingat saat di kelas ia tidak terlalu akrab dengan gadis itu, saat ini muncul berbagai pertanyaan di kepalanya,siapa yang melakukan hal keji seperti itu,dan untuk apa?tapi tiba-tiba muncul pertanyaan yang membuat Laurie merinding, siapa berkutnya?

Laurie berjalan kaki menuju kampusnya yang hanya berjarak beberapa blok dari apartemennya,dengan mengenakan sweater putih dan jeans hitam,seta make up tipis hari ini ia berencana bolos pada mata kuliah ke empat,karena hari itu hari pertamanya bekerja,ia mau membuat kesan yang baik pada bosnya.Saat tiba di kampus, tepat dugaannya, berita pembunuhan Ellie Smith menjadi headline, setiap mahasiswa membicarakan berita tadi pagi,mulai sekumpulan gadis yang biasa bergosip tentang pria, sampai para priapun tidak mau ketinggalan, mereka berkumpul di pelataran parkir,padahal video porno Lindsay Lohan yang terbaru saat ini tengah beredar di internet, tapi Ellie Smith tampaknya lebih menarik kali ini.

Saat masuk kelas, dilihatnya beberapa mahasiswa mebentuk kelompok-kelompok kecil,Laurie melihat sekelilingdan matanya terarah pada Jessica yang melambai ke arahnya dari ujung kelas.

”Kau sudah lihat berita tadi pagi?”tanya Jessica begitu Laurie duduk di sampingnya.

Laurie mengangguk”menegerikan sekali,aku sangat prihatin pada Mrs.Smith, belum hilang dukanya akibat kematian suaminya, kini putrinya harus menyusul dengan nasib yang sama.”

”Aku ada usul untuk mengumpulkan beberapa mahasiswa junior dan senior untuk mengadakan penggalangan dana bagi Mrs.Smith,atau setidaknya kita bisa memberinya sesuatu.”

Laurie menatap sahabatnya sejenak, ia mulai merasa akhir-akhir ini Jessica lebih berjiwa sosial, ia sangat aktif terhadap kegiatan-kegiatan sosial seperti donor darah, penggalangan dana untuk bencana alam, bahkan ia ikut aktif saat pengiriman relawan ke Irak guna membantu korban perang di sana.Laurie merasa sejak putus dengan dokter itu, Jessica kini tampak kurang mengurus diri, rambut hitamnya yang sebahu agak acak-acakkan,tapi make up tipis yang ia kenakan setidaknya masih bisa menyembunyikan rasa lelah yang membuatnya lebih tua.

”By the way, siapa,ya!orang yang melakukan hal gila seperti itu?”kata Jesica kemudian.

”Kupikir,saat ini di Salem Falls tengah berkeliaran orang gila,kau tahu kan, hal seperti ini pernah terjadi lima tahun yang lalu di Memphis, saat itu Freddy Krueger yang dituduh membunuh keluarganya karena mengaku mendengar bisikan dalam kepalanya kabur dari RSJ, dan bisa ditebak akibatnya empat orang gadis yang tengah berjalan sendiri tengah malam dibantai secara keji.”

”Bagaimana kalau ritual itu benar-benar ada?”tanya Jessica serius.

Laurie balik bertanya,”apa maksudmu?’

”Kita pernah mendapat sejarah dari Mr.Nixon,kan?dia bilang Salem Falls dulu adalah sarang penyihir, sejarah mengatakan keturunan mereka musnah sejak ratusan tahun lalu, tapi sejarah bisa saja salah! bagaimana kalau ada salah satu keturunan mereka yang masih hidup dan melanjutkan tradisi leluhurnya dulu.”

Laurie menyipit tajam ke arah sahabatnya itu. ”Kau tahu, beberapa menit yang lalu aku sempat berpikir bangga padamu, karena menurutku kau punya jiwa sosial yang tinggi dan pikiran yang rasional, tapi mendengarmu bercerita seperti itu, menandakan kau amat percaya terhadap mitos yang berkembang, maaf kekagumanku jadi berkurang.”

”Bagaimana dengan bukti-bukti yang ada, Mr.Nixon sudah mengatakan barang-barang yang berhubungan dengan penyihir tersimpan di museum di New York!”kata Jessica sambil mengerutkan keningnya.

”Aku memang yakin hal seperti itu ada ratusan tahun lalu,memang kemungkinan kecil selalu ada,tapi apa mereka masih hidup seperti ratusan tahun lalu, maksudku sekarang 2008, segalanya berubah sangat cepat, apa mereka masih mau dibayang-bayangi leluhur mereka dan melakukan aktifitas mengerikan seperti itu.”

Jessica ingin mencoba menjawab, tapi ia sedang malas berdebat,apalagi dosen character buildingnya Robin Decker tengah memasuki kelas.Ia berdiri sebentar di depan kelas dan memandang sekuruh mahasiswanya.

”Kalian mungkin sudah mendengar berita yang beredar”katanya,”upacara penghormatan bagi Ellie Smith dan Andrew Smith akan diadakan besok, saya harap kalian semua bisa hadir di sini besok”

”Apa benar ada aktivitas ritual penyihir di kota kita?” tanya seorang mahasiswa perempuan.

”Maaf, itu bukan bidangku untuk menjawab pertanyaan itu. Kau bisa bertanya ke dosen yang mengajar mata kuliah tentang kebudayaan kuno” jawab sang dosen.

”Bagaimana menrut anda? Apa mungkin ada pembunuh berantai? ” tanya seorang pria di ujung kelas.

”Itu juga bukan bidangku, biar polisi menyelesaikan tugasnya, dan kita akan segera mengetahuinya.

”Kalau menurutku ini cuma soal cowok cabul yang sedang horny tengah malam kemudian berkeliaran, berpapasan dengan Ellie dan mungkin ada sedikit kecelakaan dan... terjadilah!” komentar seorang gadis.

Semua orang menoleh ke arah gadis itu.

”Ya itu bisa saja, tapi kita akan segera mengetahui yang sebenarnya, biarkan polisi menyelesaikan tugsanya dengan baik”.


Tepat sebelum mata kuliah keempat dimulai Laurie mulai meninggalkan kelas, karena tidak ingin hari pertamanya bekerja telat dan membuat kesan yang buruk pada atasannya, saat Laurie berjalan keluar kampus ia masih berpikir apa yang dikatakan Jessica tadi pagi, walaupun ia berusaha membuang jauh-jauh pikirannya tentang mitos Salem Falls, tapi keinginannya untuk mempercayai hal tersebut jauh lebih kuat.

Laurie tiba di 24’rest tepat waktu dan langsung memakai seragam kerja serta tanda pengenal di dada kirinya, beberapa menit kemudian ia sudah duduk di belakang meja kasir untuk melayani pembeli, dengan didampingi seorang karyawan toko senior yaitu wanita berusia sekitar 40-an yang bernama Lisa Cornwell.

”Jadi kau kuliah di X University,ya?”tanya Lisa saat tidak ada pengunjung.,”aku melihat berita tentang salah satu mahasiswa tadi pagi.”

Laurie mengangguk sambil tersenyum.”Ya,itu salah satu teman ku,walaupun kami tidak terlalu akrab,tapi aku sangat prihatin terutama pada ibunya.”

”Ya, ini pasti berat buat keluarganya, ia masih begitu muda, aku masih tidak menyangka ada orang tega berbuat seperti itu, kejam sekali”.

Laurie mengangguk setuju sambil tersenyum, ”Pasti ada yang salah di otaknya, kalau tidak ia tidak berani melakukan itu”.

Lisa menarik nafas panjang,kemudian wajahnya memancarkan kesedihan yang membuat Laurie tiba-tiba cukup terkejut.

”Ada apa?kau baik-baik saja??”tanya Laurie.

”Ya,”sahut Lisa.”Aku cuma berpikir apa Andrea mungkin bernasib seperti itu.”

”Andrea?”tanya Laurie semakin tidak mengerti.

”Andrea Cornwell, putriku yang menghilang 7 tahun lalu”,ujar Lisa pelan, kali ini ia tidak bisa menahan air matanya untuk mengalir.

Ya tuhan, pasti Lisa membayangkan putrinya bernasib seperti Ellie. kata Laurie dalam hati.


to be continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar