Minggu, 24 Januari 2010

The Myth part 4

Laurie Anderson tengah sarapan dua potong sanwich dan segelas teh saat Jessica masuk ke dalam apartemennya.Gadis itu terlihat berantakan, rambutnya kusut dan make up nya berantakan.Laurie menduga temannya itu habis mengikuti pesta liar yang di adakan beberapa mahasiswa.

”Kau baru pulang dari pesta lagi,ya?siapa saja yang datang?”tanya Laurie sambil mengunyah sandwichnya. ”Siapa yang mengadakan?”

”Entahlah, aku hanya diajak teman. Benar-benar luar biasa, musiknya, orang-orang yang datang. Kau pasti menyesal bahkan aku sempat melihat Jessica Simpson di kerumunan orang.”

”Mereka mengundang artis juga!kenapa kau tidak meneleponku!”

”Hanphonemu mati,apa kau tidak sadar tentang hal itu.”

Laurie baru ingat, semalaman ia membuat tugas dan tidak ingin seorang pun mengganggunya. Mengunci kamar dan mematikan handphone adalah salah satu usahanya untuk mendapat ketenangan,terbukti usahanya itu menghasilkan karya yang mendekati sempurna.

”Oh...sorry!lalu apa saja yang sudah kau lakukan?kau terlihat berantakan,jangan bilang kau sudah melukannya.”

Sambil menyeruput kopi yang baru saja dibuatnya Jessica menatap Laurie denagn wajah nakal kemudian menjawab,”ya aku, maksudku kami melakukannya.Namanya Philip.Cowok itu benar-benar hebat, maksudku tidak hanya dalam hal yang kau maksud, tapi kurasa dia cowok yang tepat untukku. Dia bilang juga kuliah di X University, tapi aku tidak pernah melihatnya,tapi itu tidak penting!aku menyukainya.Kau akan datang nanti sore?”tanya Jessica mengubah pembicaraan.

”Entahlah, kurasa tidak!hari ini aku akan banyak pekerjaan,setelah pulang kerja aku akan main ke rumah temanku,kau pasti mengenalnya.Namanya Lisa Cornwell”

”Wanita tua itu?ada apa dengannya?kurasa orangnya agak murung,orang bilang kalau kau bergaul dengan wanita tua kau akan cepat tua.”kata Jessica sambil tertawa.

”Sepertinya tidak, kurasa dia hanya kesepian! aku bermaksud mengobrol dengannya sebentar.Kau tahu?dia adalah ibu dari gadis yang hilang tujuh tahun yang lalu.”

”Kau serius? tapi dia tidak pernah cerita padaku atau yang lain,lalu apa hubungannya denganmu? kau mau main detektif-detektifan,ya?”

”Jess,dia hanya kesepian dan butuh teman,dia bilang saat melihat berita kemarin dia ingat putrinya,dia takut putrinya akan bernasib seperti itu.Aku cuma ingin menghiburnya,di terlihata sangat sedih kemarin.”

”Kau memang gadis yang baik,Laurie!aku masih belum habis pikir kenapa keluargamu mencoba menghindarinya.”

Laurie mendesah pelan dan meneguk tehnya,ia mencoba mencari jawaban yang tepat,sebenarnya keluarganya bukan menghindarinya.Kata yang tepat adalah mengusirku,pikir Lurie.

”Aku yang memutuskan itu”sahut Laurie.”Sejak reamaja aku memang tidak nyaman tinggal dengan ibu dan adil saudara-saudar tiriku, tapi aku tk tahu haris pergi kemana,akhirnya setelah lulus high school aku tidak tahan lagi dan memutuskan pergi, untungnya ayahku masih bersedia membiayai kehidupanku., tapi itu tidak akan lama.”

”Ok,baiklah aku harus pulang dan mandi,kita akan bertemu lagi di sini nanti malam,akau akan menceritakan padamu apa yang terjadi di kampus dan kau meceritakan penyelidikanmu di rumah Lisa Cornwell.”ujar Jessica mengejek.

”Jangan mulai lagi,Jess!aku hanya......!”.Sebelum Lurie sempat menjawab Jessica sudah beranjak keluar dari kamar Laurie dan menutup pintu dengan agak keras agar bisa tertutup.Mereka berdua tahu pintu kamar Laurie agak rusak, untuk menutupnya perlu sedikit tenaga,sebenarnya Laurie ingin mengadukannya pada pengurus apartemen tapi selalu lupa.

Main detektif-detektiffan,mungkin bisa dibilang begitu!kata Laurie dalam hati. Menurutnya kematian Ellie Smith dan hilangnya Andrea Cornwell ada hubungan erat dan itu membuatnya iangun tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan kota ini. Omong kosong dengan mitos yang ada!yag sebenarnya terjadi adalah di kota ini sedang berkeliaran orang yang tidak waras.

Laurie menyambar remote tv dan langsung mencari tayangan siaran langsung berita pagi yang sudah menjai kebiasaannya. Ia langsung membesarkan volume saat melihat berita mengenai ditemukannya kerangka menusia di tempat pembuangan sampah tidak jauh dari tempat ditemukannya mayat Ellie Smith kemarin. Laurie merinding saat reporter yang ada di tv mengatakan kemungkinan kerangka tersebut dalah Andrea Cornwell, gadis yang hilang tujuh yahun yang lalu.Aku memang harus mengunjungi Lisa, pikirnya.

Sepulang dari 24 rest,Laurie langsung berjalan kaki ke rumah Lisa Cornwell. Ia telah meminta alamat Lisa dari manajer toko tempat merek bekerja, ternyata rumah Lisa tidak jauh dari X University dan hanya beberpa blok dari tempatnya bekerja, tapi karena letaknya ke dalam dan jalan yang agak sempit, rumahnya terhalang oleh bangunan dan toko-toko di depannya.Rumah Lisa termasuk rumah kecil namun terlihat nyaman dan tenang.Di depan rumah tertatarapi bunga dan tanaman hias lainyang jelas terawat dan mendapat perhatian oelh pemiliknya.Laurie melihat seekor kucing gemuk berbulu putih yang sedang meringkuk di atas kursi di teras rumah.Ia yakin itu adalah kucing milik Lisa.Tipe wanita tua kebanyakan, pikir Laurie.Biasanya seorang wanita tua yang hidup sendiri akan ditemani oleh binatang poeliharaan seperti kucing,anjing atau burung sebagai pengusir rasa kesepian.

Laurie mengetuk pintu rumah Lisa, pintu dibuka begitu ketukan keempat. Dalam hati Laurie agak terkejut, wanita yang kemarin berbeda sekali dengan yang ada di hadapannya sekarang. Penampilannya yang tanpa make up, rambut yang berantakan dan pakaian kumal membuat Lisa jauh lebih tua dari kelihatannya.Laurie jadi terinagat apa kata Jessica tadi pagi, kalau kau bergaul dengan orang tua kau akan ikut cepat tua.

”Hai,sapa Lisa.”Tahu dari mana rumahku?”

”Dari Mr.Wright!kupikir kau butuh teman untuk ngobrol,jadi aku mampir.Ia baru saja mensngis,pikir Laurie.Matanya yang bengkak menunjukan hal itu.

”Masuklah,ajak Lisa.”Lebih baik kita duduk di dapauku,aku sedang menjerang kopi.”

Laurie mengikuti di belakang Lisa,Lisa benar-benar merawat rumahnya, kata Laurie dalam hati. Perabotan-perabotan tertata rapi dan terletak pada tempatnya. Saat sampai dapur,ia lebih kagum lagi. Dapurnya mirip dengan dapur ibunya, tipe dapur yang membuat keluarga betah makan dan berkumpul di sana. Dapur dengan aroma lemon, tembok bercat biru langit dan lantainya menggunakan lantai kayu serta meja dan kursi yang nyaman terbuat dari kayu jati. Laurie jadi ingat, dulu ia dan kedua orang tuanya betah mengahabiskan waktu di dapur apalagi saat ibunya membuat butter cake kesukaan mereka, sementara ibunya dan Laurie sibuk membuat adonan, ayahnya bernyanyi menyemangati ibu dan anak itu bahkan sering membuat lelucon.Lalu ibu Laurie meninggal dan ayahnya menikah lagi dan membawa ibu tiri baru bagi Laurie. Ibu tirinya merombak seluruh tata letak perabot rumah dan mengganti wallpaper dan mengecat ulang tembok, teutama tembok dapur yang dicat ulang dengan warna merah tua sehinnga bagi Laurie menimbulkan kesan mengerikan.

”Rumahmu nyaman,ujar Laurie saat duduk di kursi dapur.”Dulu aku punya yang seperti ini tapi ibu tiriku merusaknya.”

”Aku mengerti maksudmu, dapur ini Andrea yang merancangnya. Tata letak perabotan,warna tembok yang tepat dengan wallpapenya, bahkan saat kami berdua ke pasar loak,ia sendiri yang memilih meja dan kursi ini.”

”Putrimu jelas punya selera yang tinggi”.Kata Laurie dengan kagum.

”Sebetulnya Andra lebih suka dibilang berjiwa seni tinggi!”tukas Lisa.”Ya,ia memang suka seni.Dari kecil ia suka memotret,pamannya sering mengajaknya ikut memotret. Walaupun suamiku agak kurang suka,tapi akhirnya ia kuliah fotigrafi juga.Tunggu sebentar,aku akan kembali dengan membawa album yang ia buat saat masih kuliah dulu”

Lisa kembali dengan tiga buah album tebal yang sampulnya dibingkai dengan gambar-gambar pemandangan, barang-barang antik dan bangunan-bangunan kuno.

”Andra benar-benar hebat,karya-karyanya sungguh luar biasa!”kata Laurie mengomentari setelah selesai melihat dua album.Kemudian ia membuka album terakhir, ternyata isinya hanya foto-foto keluarga dan teman-temannya.

”Ini Andrea!kata Lisa sambil menunjuk foto seorang gadis cantik yang sedang duduk di pinggir jendela dapur.”Dia seumurmu saat dibuat foto itu.”

”Tidak hanya berbakat,tapi putrimu benar-benar cantik.”komentar Laurie.

”Dulu ayahnya agak memaksanya untuk jadi aktris atau model,tidak boleh yang lain.Mereka pun sempat bertengkar karena hal tersebut, tapi akhirnya ayahnya mengalah dan mengizinkan Andrea kuliah fotografi, bagiku itu adalah saat yang menyenangkan, tapi sekarang aku tidak pernah mengalaminya lagi.”kata Lisa yang tiba-tiba sudah mengis.

Laurie mengelus-elustangannya lalu bertanya,”ia pasti bahagia sekarang,lalu ke mana ayahnya?”

”Sejak Laurie hilang,suamiku terus memikirkan nasib Andrea, ia menjadi sangat kurus dan kesehatannya menurun drastis,hingga akhirnya sakit dan meninggal setahun sesudahnya.”

”Lisa,aku ikut sedih mendengarnya,tapi kau benar-benar kuat.Kalau aku ini past sangat berat.”

”Ya,aku berusaha bertahan,bagiku tidak ada gunanya ikut sedih dan terus meratap,itu akan membuatku cepat mati,kan!’

Mereka berdua tertawa,sesuatu yang sudah jarang dilakukan Lisa, bahkan ia lupa kapan terakhir kali tertawa.

”Tadi pagi polisi kemari, mereka bilang telah menemukan kerangka di tempat pembuangan sampah, mereka akan memastikan apkah itu mayat Andrea atau bukan..Laurie, kau percaya mitos?”tanya Lisa tiba-tiba.

”Tidak,maksudmu.....!oh....God!jangan bilang kalau kau percaya apa kata orang, itu cuma takhayul. Andrea meninggal karena sebab lain bukan penyihir atau hal-hal aneh dan mahluk gaib.”

”Kuharap begitu,tadinya aku tidak percaya.Orang-orang mulai berbisik tentang putriku dan aku sangat tertekan.”

Sekarang Laurie bisa mengerti, keadaan Lisa yang berantakan dan terlihat shock, bukan karena kemungkinan Andrea ditemukan terkubur di tempat pembuangan sampah, tapi karena usahanya untuk tidak mempercayai gosip yang beredar mengenai mitos kota.Laurie pernah mendengar tentang mitos penyihir yang mengambil darah perawan lalu menyiramkannya ke empat penjuru kota untuk menghindari bencana dewa.It’s just a bull shit, kata Laurie dalam hati.

”Aku berharap itu adalah kerangka Andrea agar aku bisa memakamkannya dengan layak.”ujar Lisa

Mereka berdua kemudian berbincang-bincang mengenai saat-saat Andrea masih hidup, Laurie pun menceritakan tentang dirinya yang kurang akur dengan keluarga barunya.Tanpa terasa waktu sudah sangat sore,Laurie segera pamit untuk pulang.

”Kau harus tetap kuat Lisa,besok kau masuk kerja,kan?”

Lisa mengangguk,”thanks,Laurie!aku sangat terhibur. Datanglah lagi kemari!kapan-kapan aku akan membuatkanmu butter cake.”



Sore itu upacara untuk mengenang satu tahun kematian Andrew Smith dan sekaligus melepas kepergian Ellie Smith diadakan di aula kampus.Puluhan orang, terutama teman-teman yang mengenal Andrew dan Ellie datang ke acara tersebut. Joanna, Karen dan Sarah ada di deretan kursi paling depan. Joanna saat itu menegnakan terusan panjang hitam dan sweater coklat masih saja belum berhenti menangis walaupun air matanya sudah mengering.

Semua orang hening saat seorang dosen membacakan jasa-jasa,dedikasi maupun kepiawaian Andrew Smith saat masih di X University.Foto-foto Andrew ditayangkan di sebuah layar besar,kebanyakan foto-foto Andrew dan keluarganya.

Joanna Smith berusaha agar tidak roboh di tempat itu,walaupun Kate sudah melarangnya untuk datang,tapi ia tetap bersikeras mengikuti upacara tersebut dari awal.

Joanna mengangkat wajahnya dan mengalihkan pandangan ke barisan dosen yang duduk di sebelah kiri panggung,lalu menatap Richard Nixon, pria yang diketahui berusaha merayu Ellie menurut buku harian putrinya itu.Orang itu menundukan kepalanya.Joanna merasa Pria itu kikuk dan menghindari tatapannya.

Setelah dosen tersebut selesai, Karen dan Sarah naik ke atas panggung untuk melakukan hal yang sama.

”Bagi kami Ellie adalah teman yang sangat baik,ia juga selalu baik kepada semua orang tanpa membedakan apapun, tapi sayang tidak semua orang bisa mengerti kebaikannya itu dan salah memanfatkannya.”ujar Karen sambil mengusap air matanya.Sarah yang ada di sampingnya merangkul bahunya dan menenangkannya kemudian berkata,”sekarang kami cuma berharap ia bisa beristirahat dengan tenang dan orang yang melakukan ini bisa segera ditangkap.”

Kemudian setelah mereka berdua turun,seorang pria tua naik ke atas panggung dan meraih mikrofon lalu mengatakan hal yang mengejutkan.”Aku sudah tinggal di Salem Falls selama 70 tahun,dan keadaan kota ini sangat berbeda dengan yang dulu,anak muda zaman sekarang mudah melanggar tradisi dan mitos,kita harus segera mengadakan ritual untuk membuat kota ini jauh dari segala malapetaka.Ellie Smith mungkin korban ritual,tapi setidaknya ia berjasa bagi kota ini.Ya,Tuhan semoga ia bisa beristirahat dengan damai”. Namun sebelum melanjutkan dua orang petugas keamanan berusaha membimbingnya dan menyuruhnya turun, tapi pria itu berusaha memberontak tapi akhirnya ia menyerah dan berjalan pulang.

Sementara itu Joanna Smith bisa mendengar bisik-bisik di belakangnya yang merasa sakit,di kedua sisinya Sarah dan Karen berusaha membuatnya tetap tegar.

Setelah upacara selesai, Karen dan Sarah mengantar Joannna pulang,sampai di rumah Joanna mereka bertiga ditambah Kate, adik Joanna duduk di dapur sambil minum teh sambil berbincang-bincang, kemudian Sarah dan Karen pamit 20 menit kemudian.



Jessica Parker masuk ke apartemen Laurie, saat Laurie selesai mandi.Samar-samar Jessica bisa mencium aroma jasmine pada tubuh temannya itu. Setelah Laurie berpakaian, mereka berdua duduk di depan tv sambil menggelar cemilan yang dibawa Jessica, dua gelas coke dan beberapa kantong keripik kentang serta dua potong burger.

”Kita akan menjadi obesitas jika terus mengkonsumsi makanan seperti ini!”ujar Laurie.

”Siapa peduli, kita tidak bisa memasak!inilah jalan tercepat agar perut kenyang, bukankah kau yang pernah mengatakan itu?”

”Aku....?”tanya Laurie pura-pura lupa.”Anyway,bagaimana keadaan di kampus saat upacara tadi sore?”

”Seperti biasa, penuh dengan air mata, aku bahkan sempat ikut menangis saat Karen dan Sarah bicara di depan semua orang, sulit dipercaya mereka bisa seperti itu, kau tahu kan geng Barbie semacam itu?”tanya Jessica.

”Kurasa mereka akan segera mencari anggota baru lagi sebagai pengganti, aku mencalonkan kau!”

”What!kurasa aku tidak akan sanggup betah berdekatan dengan gadis-gadis pesolek seperti mereka, aku juga tidak terlalu cantik, aku akan mencalonkan kau!”

Laurie menggeleng

”Lalu bagaimana denganmu? kau baru saja dari rumah Lisa, kan?”tanya Jessica.

”Well, jelas dia sangat terpukul mengenai berita yang beredar, kurasa ia sangat sedih karena puterinya ditemukan di tempat seperti itu,tapi yang menurutku membuatnya sangat terpukul adalah bisik-bisik orang mengenai mitos yang ada.”

”Ya,aku tahu!nenekku pernah bercerita padaku,tentang sekelompok penyihir yang meminta korban tiap musim dingin,agar kota jauh dari bencana,tapi itukan cuma semacam urban legend yang berembang di masyarakat.”

”Aku juga berpendapat seperti itu,tapi Lisa tidak!ia sangat shock...!”

”Bicara tentang mitos,saat upacara tadi ada pria tua aneh,yang nekad naik ke atas panggung dan mengatakan kalau Ellie Smith merupakan bagian dari ritual tahunan itu.”

”Pria tua?”tanya Laurie sambil mengerutkan keningnya.”Kau kenal dia?”

”Entahlah sepertinya aku kenal,tapi aku tidak yakin”.Jawab Jessica, ia merasa ini semacam de javu yang muncul saat mengingat pria itu.



Lillian Clausen menbawakan suaminya sepiring potongan keju pada suaminya yang tenyah bersantai di beranda depan rumah sambil memandang lepas ke arah ladang jagung ynag terbentang luas.Inilah yang kini sering mereka lalukan saat malam mulai menjelang,mengeluarkan cemilan hangat kemudian duduk di depan sambil menikmati udara senja.Suara-suara serangga malam serta udara dingin yang berhembus pelan bisa menbuat perasaan jauh lebih tenang.

Tadi sore akhirnya ia berhasil melaksanakan niatnya untuk menyadarkan semua orangbahwa mungkin saja Ellie adalah yang terpilih untuk membuat Salem Falls dama,seharusnya keluarga serta masyarakat bangga akan hal itu. Sepulang dari kampus,Lillian tidak berhenti memarahinya atas tindakan yang dilakukan Robert. Mereka mendapat puluhan telepon dari tetangga, orang-orang dan warga yang tidak mengenal mereka sekalipun. Beberapa menyatakan salut atas keberanian Robert Clausen,namun yang lebih banyak mengatakan.”Itu adalah hal terbodoh yang dilakukan kakek-kakek yang pernah kulihat”. Lillian merasa amat malu, ia pun segera menelepon Joanna Smith dan meminta maaf, namun tadi sore datang dua orang polisi yang memperingatkan mereka berdua agar tidak menyebarkan isu aneh yang bisa membuat cemas warga lainnya, kalau Robert masih melakukannya mereka akan terpaksa mengurungnya.

”Ini kejunya.!”kata Lillian pelan sambil meletakkan piring di atas meja. ”Aku harap kau benar-benar merenungkan hak tadi sore, sayang!.Aku tidak mau kita mendapat kesulitan. Aku hanya mau hidup dengan tengang di sini, kurasa kita telah menjadi bahan gosip selama seminggu, aku tidak mau pergi ke supermarket. Aku tidak mau orang melihatku dan berbisik-bisik,”bukankah itu istri pria tua yang mengatkan hal aneh beberapa hari lalu.”

”Kalau begitu, tidak usah pergi!lagi pula aku tidak sedang menyebarkan isu aneh.Seseorang harus menyadarkan warga bahwa ritual itu benar-benar ada.Ellie Smith telah berkorban,dan seharusnya Salem Falls bangga.

Lillian menatap suaminya.”Lalu apa untungnya buat kita,apa kau akan dikira pahlawan jika orang-orang sadar?bangunlah Robert, itu cuma pembunuhan, polisi akan segera menemukan pelakunya, atau apa kau tahu sesuatu?”

Lillian kembali teringat saat malam Robert menghilang,saat itu juga malam tewasnya Ellie.Saat itu Lillian yakin kalau Robert bilang ia hanya memeriksa sapi-sapi mereka kalau ada srigala yang turun dari bukit, tapi sekarang keyakinannya berubah, ia yakin kalau suaminya tahu sesuatu pada malam itu.

”Aku tidak tahu!”jawab Robert pelan sambil menyesap tehnya.



Siang tadi Jenna Nixon telah bekonsultasi pada pengacaranya mengenai masalah yang dihadapi dengan suaminya.Besar kemungkinan Jenna akan mengajukan gugatan cerai pada pria yang telah menikahinya selama dua tahun.Jenna teringat saran yang diberikan pengacaranya agar menunda niatnya, karena saat ini berita tentang X Unuversity sedang hangat dibicarakan banyak orang

”Kalau kau nekat, aku jamin rumahmu akan menjadi sarang pers yang kelaparan.”ujar Alice Scott, sang pengacara.

”Aku tidak peduli!kami menyukai publikasi, terutama Richard, bukankah setiap hari semua mata tertuju padanya!”jawab Jenna acuh.

”Jadi kecemburuanmu yang benar-benar ingin melakukan hal ini?”

”Aku tidak peduli dengan mata-mata liar yang menatapnya selama dia setia padaku,dan kurasa dia masih setia,tapi kalau dia menanggapi salah satu dari mereka,aku akan mengakhiri ini semua.”

”Apa dia menanggapinya?maksudku salah satu dari mereka?”tanya Alice lagi.

”Kurasa dia yang memulai.”jawab Jenna pelan.

”Jadi kau tahu, kalau Richard berselingkuh?” tanya Alice.

”Tidak secara langsung,aku punya bukti-bukti kalau dia telah melakukan itu,aku akan segera menunjukannya padamu”.

Kini sambil menyesap wine dan duduk santai di perpustakaan,ia tengah memikirkan cara untuk memberi tahu suaminya mengenai rencananya. Setelah cerai,ia akan pergi ke apartemenya yang mewah di Chicago dan meninggalkan Richard sendiri.

Jenna bangkit berdiri ketika mendengar mobil masuk ke dalam gari rumahnya.Itu pasti Richard,pikirnya. Kemudian ia bergegas berjalan menuju kamar tidur dan duduk sambil menyandarkan rubuhnya pada bantal yang nyaman, la meraih buku yang ingin dibacanya.Itulah posisi yang sering dilakukannya untuk memulai pertengkaran mulut.Richard masuk beberapa menit kemudian.

”Kau belum tidur?”tanya Richard berbasa-basi sambil melepas dasi yang melilit lehernya.

”Aku menunggumu,aku ingin bicara tentang pernikahan kita.”kata Jenna langsung terus terang.

”Alice sudah memberitahuku, aku tidak mengira kau yang akan melakukannya.”Richard berusaha agar suaranya tetap normal, ia merasa lelah dan sekaligus berusaha berdebat dengan istrinya.

”Jadi kau setuju?”tanya Jenna.

Richard dapat merasakan nada antusias dalam suara istrinya mengenai perceraian itu.”Jika ini yang terbaik untuk kita untuk apa lagi mempertahankannya.”ujar Richard sambil berlalu keluar dan masuk ke kamar tidur tamu dan merebahkan dirinya di sana. Kini pikirannya kembali ke upacara tadi sore. Ia teringat Wajah Joanna Smith yang menatapnya tajam dari kursinya. Richard merasa pandangan wanita itu telah menuduhnya melakukan sesuatu. Kini pikirannya beralih ke Ellie Smith, ia jadi ingat saat menyatakan cinta pada gadis itu di aula kampus yang sepi.Richard yang memanggil gadis itu ke sana.

”Ellie,aku tahu ini salah!aku telah menikah dan aku punya seorang istri,tapi aku tidak bisa menolak apa yang kurasakan padamu,kurasa aku jatuh cinta padamu”

”Mr.Nixon, anda punya wajah yang tampan, karir yang bagus.Kurasa masih banyak gadis lain yang lebih berminat dengan anda, lebih baik hentikan membuang-buang waktu dengan orang yang tidak suka dengan anda.Apa anda tidak takut? bagaimana kalau pihak Universitas sampai tahu?ayah saya seorang dosen senior di sini. Saya harap anda mengerti kedudukan anda sekarang,tanpa ayah saya saat ini anda mungkin masih bekerja di tempat bimbingan belajar murahan,apa yang akan ayah saya lakukan jika orang yang telah dibantunya telah menggoda putri satu-satunya.”

Richard merasa wajahnya memerah.”Ellie, kau tidak akan mengadu pada ayahmu,kan?”

Ellie tersenyum sinis.”Saya tidak pernah cerita masalah yang sifatnya terlalu pribadi dengan siapapun! saya punya tempat sendiri untuk berbagi.” katanya kemudian berlalu meninggalkan dosennya yang masih memandanginya dari belakang dan berharap Ellie akan menoleh atau berkata,”maafkan aku,aku juga mencintaimu”.

Rasa takut dan khawatir kini melanda Richard, bagaimana kalau gadis itu memberi tahu seseorang tentang kejadian tadi pada ibunya?Richard teringat beberapa hari yang lalu ia pernah melihat Ellie menulis sambil menagis di taman belakang kampus, Richard menduga Ellie sedang menulis sesuatu pada buku hariannya.

Richard bangkit berdiri dan memandang keluar kemudian membuka jendela.ia merasakan angin musim dingin yang menyejukan tubuhnya yang dari tadi basah oleh keringat.Pemandangan Salem Falls jika malam hari agak gelap, hanya tempat-tempat umum yang terlihat terang seperti cafe atau club.

Aku punya tempat sendiri untuk berbagi

Apakah Ellie telah menulis semuanya pada buku hariannya?apakah Joanna Smith telah membaca buku harian Ellie?tanya Richard dalam hati.

Kalau Joanna memberikan buku itu ke Universitas,maka tawatlah riwayatnya.hidupnya akan berakhir.Ada desas desus Richard akan masuk daftar yang akan menjadi dekan X University, tapi kalau berita mengenainya dan Ellie beredar, maka semua akan hancur berantakan.Karir yang telah dibangunnya akan runtuh, ia akan kembali bekerja di tempat les murahan atau mungkin bisa lebih buruk.Ia sadar sebelum semuanya terjadi ia harus menyingkirkan kerikil-kerikil yang menghambat jalannya bagaimanapun caranya.


to be continue....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar