Dengan enggan sekaligus kesal, Jack Daherty meninggalkan pekerjaannya yang belum selesai di kantornya yang terletak di pusat kota. Penemuan kerangka tadi pagi jelas memaksanya memutar otak dan sekaligus merasa tertantang. Ahli forensik tadi siang telah meminta sampel darah Lisa Cornwell guna dicocokkan dengan kerangka tersebut, kemungkinan hasilnya akan keluar dua atau tiga hari lagi kerangka tersebut apakah benar-benar Andrea Cornwell.
Anak buahnya, Nick mengetuk pintu kantornya dan masuk sebelum Jack mempersilahkannya masuk,kebiasaan lama yang agak membuat Jack kesal. Dalam beberapa hal Jack kagum pada tangan kanannya itu. Ia adalah salah satu polisi muda yang cepat tanggap dalam segala hal. Nick mulai di angkat menjadi tangan kanan Jack dari yang sebelimnya hanya seorang polisi yang bertugas di perempatan jalan. Namanya mulai dikenal saat berhasil menggaggalkan penyelundupan heroin terbesar di Salem Falls.Kini ia telah bersemangat membantu atasannya memecahkan kasus pembunuhan Ellie Smith serta kasus kerangka yang ditemukan polisi tadi pagi. Sebagai bawahan ia sadar ia tidak mau hanya menunggu perintah atasannya saja, kadang ia mengambil inisiatif melakukan penelidikan seorang diri dan kemudian melaporkannya pada Jack,seperti yang dilakuknnya tadi siang, setelah dari TKP, ia pergi menemui Ted Williams di kampusnya.
”Aku tidak akan berlama-lama,Ted! karena upacara akan segera dimulai,apa kau akan datang?”
”Apa anda tidak lihat aku sudah mengenakan setelan!”jawab Ted tidak senang.
”Well,kalau begitu langsung saja!sejauh mana kau mengenal Ellie Smith?”tanya Nick.
”Tunggu dulu!apa anda menginterogasiku?anda menuduhku........?”
”Aku tidak menuduh siap-siapa,aku juga menanyakan hal yang sama ke beberapa teman Ellie yang lain,jadi jawab saja!”
Ted mendesah kesal.”Kami pernah berpacaran,tapi hanya beberapa hari dan langsung putus.....masalah orang ketiga!”kata Ted ragu-ragu.
”Aku mengerti,anak muda memang biasa seperti itu.”kata Nick maklum.”Banyak yang melihatmu sedikit debat mulut dengan Ellie di pesta Sarah Lee.”
”Itulah saat-saat kami putus.”jawab Ted singkat.
”Ada saksi mengatakan kalau kau saat itu sanagat marah hingga hampir memukul Ellie.”
”Aku?ya!tentu saja.Maksudku aku memang benar-benar merah, ia mengatakan hal yang membuatku merasa seperti itu, tapi untuk memukulnya, itu tidak mungkin.”kata Ted menyangkal.
”Apa yang kau lakukan setelah kejadian itu?”tanya Nick.
”Temanku mengajakku keluar rumah untuk membuatku tenang,setelah lebih baik aku memutuskan untuk pergi dari tempat itu walaupun pesta belum usai.”
”Kemana?”
”Kepalaku masih panas,aku memutuskan untuk berjalan laki pergi ke Cofee Corner untuk minum,anda tahukan aku perlu menenangkan diri.”
”Kau tahu?Ellie juga pulang sebelum pesta usai, apa kau bertemu atau melihatnya di jalan?”
”Tidak,aku tidak bertemu siapaun, Anda menuduhku membunuhnya?”. Ted sadar ia terlalu keras bicara, bahkan hampir teriak sehingga semua mata orang yang berada di sekitar mereka tertuju padanya.
”Aku tidak mengatakan itu.”
”Maaf,aku tidak bertemu dengannya.Upacara segera dimulai,aku harus pergi.”sahut Ted kemudian meninggalkan polisi muda itu sendirian.
Pemuda itu bohong, kata Nick dalam hati sambil berjalan ke sepeda motornya yang diparkir di area depan kampus.Ted William pulang dari rumah Sarah Lee sekitar pukul 1.20,s edangkan menurut Sarah Ellie pulang pukul 1.10 atau 1.15, rumah Ellie dan Coffe Corner jelas searah jika dari rumah Sarah Lee, apalagi menurut teman-temannya saat itu Ellie tengah mabuk dan pasti jalannya lambat.Ted William jelas berbohong saat bilang tidak bertemu Ellie,tapi tidak ada saksi yang melihat mereka berdua bertemu malam itu,kurasa Ted William masih harus bicara banyak.
”Hei,apa yang merasukimu?kenapa kau tersenyum seperti itu?”tanya Jack kemudian.
”Aku langsung menemui Ted setelah dari TKP sore tadi!”
Jack yang sudah memakai jaket kulitnya dan berniat pulang kemudian kembali duduk dan mengerutkan keningnya.”Apa yang kau dapatkan?”
”Aku memang belum mendapat saksi, tapi aku yakin si William berbohong saat bilang tidak bertemu Ellie malam itu.”
”Maksudmu........?”
”Kita tahu kalau rumah Ellie dan 24’rest searah, bocah itu mengaku pulang sebelum pesta usai, aku juga sudah menanyakan pada kawan-kawan Ellie tentang waktu saat Elle pulang ke rumahnya,dan tenyata waktunya hampir bersamaan dengan Ted William saat meninggalkan tempat itu, apalagi malam itu Elie dalam keadaan agak mabuk dan William masih sangat marah karena perlakuan Ellie yang mempermalukannya,jadi kurasa ada yang disembunyikan bocah itu pada kita”.
”Kalau begitu,selidiki saja dia!”kata Jack ,kemudian bangkit berdiri dan kembali memakai jaketnya.”Beri tahu aku kalu kau mendapat perkembangan baru, tadi aku juga pergi kerumah pasangan Clausen”.
”Aku mengenal mereka, pasangan yang baik,ramah dan menyenangkan.Menurut para tetangga mereka akan menjual ladang pertanian mereka dan pindah ke White Mansion, aku jadi iri karena selama apapun aku bekerja, gajiku tidak akan cukup untuk membawa ibuku untuk tinggal di sana.”kata Nick jujur.”Apa anda mendapatkan sesuatu, Sir?”
”Tidak begitu berarti,tadi sore Robert naik ke atas panggung upacara dan membual tentang Ellie, ritual, kegelapan dan hal-hal aneh, aku datang ke rumah mereka untuk memberitahu agar tidak membuat warga lainnya resah dengan menyebarkan isu aneh.”
”Entahlah,tapi kurasa isu tentang ritual tersebut sepertinya memang ada, saat aku enam tahun mendiang nenekku pernah becerita, ada seorang penyihir yang menyiramkan darah seorang perawan ke empat penjuru kota setiap musim dingin, menurut nenekku ini bukan omong kosong ada saksi mata yang menyebutkan ia pernah melihat darah yang berceceran dan belum mengering keesokkan paginya,di kebun miliknya.”
”Siapa pemilik kebun itu?”tanya Jack penasaran.
”Nenekku tidak memberitahukan namanya, saat itu memang ada seorang perawan yang menghilang, dua minggu kemudian mayatnya ditemukan di sungai yang hampir membeku dan tertutup es, sangat mengenaskan wajahnya sudah bisa dikenali dan tubuhnya habis terkoyak-koyak seperti perbuatan binatang buas,banyak warga yang bilang ia dimangsa serigala.Tapi setelah diperiksa ternyata gadis itu telah tewas terlebih dahulu sebelum mayatnya dibuang ke tempat itu dan akhirnya dimakan serigala.”
Jack ingat kasus itu,saat itu ia baru dipindah tugaskan di Salem Falls sebagai kepala kepolisian divisi lalu lintas,saat itu berita tersebut sangat menghebohkan dan terus menjadi headline selama beberapa bulan di Salem Falls, detektif yang bertugas mengusut kasus tersebut berhasil menangkap seorang pemuda yang juga kekasih korban,ada saksi yang melihat mereka bertengkar bahkan pemuda tersebut sempat memukul gadis itu, namun karena kurang bukti akhirnya ia dibebaskan.
”Jadi maksudmu, ada sesuatu atau seseorang yang membunuhnya lebih dulu?”Jack menyipitkan matanya.
Nick mengangguk.”Entahlah, bukankah sampai sekarang warga yakin kalau gadis tiu dimangsa srigala, dan 14 tahun kemudian Andrea Cornwell mengilang, lalu 7 tahun berikutnya Ellie Smith ditemukan tewas”
”Jadi menurutmu,semua peristiwa kematian itu ada hubungannya?”
”Aku belum berpikir ke arah sana, tapi kemungkinan selalu ada,kan?”
”Jangan bilang kalau kau sekarang percaya apa kata nenekmu. Kau masih muda, ku kira kau seperti anak muda lainnya,yang tidak mudah percaya dengan takhayul”kata Jack menatap lurus ke arah anak buahnya.
”Aku tidak pernah bilang begitu,hanya saja aku merasa sepertinya semua terasa nyata, memang sampai sekarang kita belum mendapat bukti, tapi kita akan segera menemukannya, kan?”
Jack tidak menjawab,ia memang tidak bisa menjawab pertanyaan anak buahnya. Kasus hilangnya Andrea Cornwell sudah tujuh tahun dan baru tadi pagi mayat yang kemungkinan adalah gadis itu ditemukan, dan ia sudah merasa agak putus asa, niatnya untuk pensiun kini benar-benar harus ditunda, apa lagi setelah melihat semangat bocah di depannya yang sangat berambisi, akan ditaruh di mana wajahku, pikirnya.
Sarah Lee tengah asyik membaca majalah People edisi terbaru di kamarnya yang nyaman,ia begitu menikmati saat melihat foto-foto terbaru Lindsay Lohan yang sedang pesta seks di sebuah club,ada artikel yang mengutip tentang Lindsay kalau sebenarnya gadis itu adalah seorang biseksual. Sarah menggeleg-gelengkan kepalanya, entah apa yang akan terjadi padamu saat tua nanti,pikir Sarah.
Telepon genggamnya berdering saa ia membuka lembar halaman berikutnya.
”Ada apa,sayang?”tanya Sarah pelan,sambil memainkan rambutnya dengan tangan kanannya.
”Tidak ada,aku hanya mau mendengar suaramu” jawab seorang pria.”I miss u.”
”Bukankah kau baru saja mengantarku pulang”kata Sarah dengan nada manja.
”Tapi kau lupa memberiku goodnight kiss tadi”jawab pria tersebut.
Kemudian Sarah mengecupkan bibirnya di ujung handphone,dan ia pun mendengar bunyi klik.
Sarah menghembuskan nafas dan tersenyum sendiri,pria yang sudah dikencaninya selama lima tahun kini berniat mengajaknya bertunangan,tak seorang pun tahu Sarah berpacaran dengan siapa termasuk Karen dan Ellie.Terutama Ellie,apa yang akan dia katakan jika dirinya diajak bertunangan oleh pria yang pernah tergila-gila padanya.Tapi sekarang Sarah tidak peduli,Ellie sudah mati!pikirnya.Dan Denny Arden berpaling padaku.
Sejak mereka masih SMP, pria itu sering berkeluh kesah pada diri Sarah, terutama menegenai Ellie,sebagai pendengar yangs setia, Sarah berusaha memotivasi temannya untuk tidak pantang menyerah mengejar gadis yang diincarnya,tapi suatu hari Sarah lelah mendengarkan semua keluh kesahnya.
”Aku tidak tahu kenapa Ellie tidak suka denganku,apa ada yang salah dengan apa yang kulakukan....kupikir,aku harus berusaha lebih keras lagi”.
Sarah berusaha menyembunyikan tangannya yang mengepal,ia mencoba suaranya terdengar normal. ”Jika dia tidak suka padamu,itu tidak berarti ada yang salah denganmu. Denny, kenapa kau tidak mencoba untuk mengalihkan diri pada hal lain,maksudku.. Ellie saja tidak peduli....”. Hening sejenak. Kemudian Sarah berkata ”Aku peduli”
Butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk memahami apa yang baru saja diucapkan Sarah. Denny tahu Sarah sungguh-sungguh mengucapkan apa yang selama ini dipendamnya, dan kemudian ia mengamit tangan Sarah dan meletakannya didadanya lalu berkata ”Terima kasih, itu sangat berarti buatku!”,dan kemudian disusul ciuman lembut di bibir Sarah.
Di kamarnya yang nyaman, Ted William masih terlihat tampak kesal setelah pertemuannya dengan polisi yadi siang. Ia mengira dirinya akan dijadikan tersangka dalam kasus pembunuhan Ellie Smith, sambil merebahkan tubunya ke tempat tidur,ia kembali mengingat-ingat apakah malam itu ia bertemu dengan Ellie, malam itu ia tidak terlalu mabuk, setelah bertengkar dengan Ellie, ia berniat mencari udara segar untuk menenangkan otaknya yang masih panas, memang saat itu aku ingin sekali melampiaskan kekesalanku, pikirnya.Tunggu dulu! Katanya pelan. Kurasa aku memang melihat Ellie malam itu,ia berjalan sempoyongan jauh di depanku, tapi sepertinya ia meliahat ada seseorang lagi di belakangnya. Ted berusaha mengingat-ingat malam itu,apa benar ada seseorang di belakang Ellie selain dirinya, ia merasa kurang yakin, lagi pula mlam itu ia agak mabuk. Ia memutuskan untuk tidak memberi tahu siapa-siapa terlebih dulu,apalagi polisi sialan yang menanyaiku tadi siang, pikirnya.
Bab 5
20 November 2008
Laurie berjalan cepat saat menuju gerbang kampusnya, dan tanpa melihat ke depan karena sibuk dengan hand phonenya, akhirnya ia menabrak seorang pria yang ada di depannya.
”Oops!maaf, aku yang tidak melihat.”sejenak Laurie tertegun. Pria itu begitu tampan, rambut dan matanya gelap dan menyejukan, tapi sepertinya ia mahasiswa baru di sini, kata Laurie dalam hati. Laurie terkejut saat pria itu memperkenalkan diri dan mengulurkan tangan.
”Daniel Spencer, aku baru di sini, apa kau tahu di mana perpustakaan?”
”Ya..lantai 2 lalu belok ke kanan”.jawab Laurie dengan senyum termanisnya.
”Terima kasih, maaf aku telah menabrakmu”. Kata Daniel kemudian.
”Tidak itu salahku, aku yang tidak melihat jalan.
Daniel tersenyum kemudian berjalan cepat meninggalkannya. Aku belum memberi tahu namaku, kata Laurie pelan, Percuma kau tidak mendengarku.
Laurie masih mendengar bisik-bisik di sana-sini saat ia tiba di kampusnya pagi itu, saat berjalan di lorong kelas beberapa gadis yang sedang berkerumun memanggilnya. Laurie kenal mereka,walaupun tidak terlalu dekat.
”Ada apa?kalian punya gosip terbaru?” tanya Laurie penasaran.
”Yeah..tapi sebelumnya kami ingin bertanya terlebih dulu padamu. Kami dengar kau kerja di 24’rest bersama Jessica? Apa benar kau kenal dengan orang tua gadis yang hilang itu?”
Laurie mengangguk.”Ada masalah?”
”Tidak,kami hanya ingin tahu bagaimana perasaan orang tua gadis itu saat kerangka putrinya ditemukan, sangat mengerikan.Kau tahu kan mitos yang berkembang. Walupun aku sendiri tidak percaya,tapi kurasa kita patut waspada.”
”Dia sangat terpukul,dan aku juga prihatin padanya. Aku rasa tidak ada mitos seperti itu,aku sama sekali tidak percaya.”kata Laurie sambil menggeleng-gelengka kepala.”lalu berita apa yang kalian punya?”
”Entahlah,desas-desus ini dari mana, tapi sekarang sedang menjadi perbincangan panas di kampus dan beberapa menit lagi akan menyebar ke seluruh Salem Falls.”
”Betul juga, berita buruk akan lebih cepat menyebar.”Ujar gadis yang lain.
Laurie berusaha agar tidak terpancing, ia mencoba bersikap wajar.
”Kudengar Richard menjalin hubungan dengan Ellie Smith,ya Tuhan semoga arwahnya tenang di sana.Aku juga tidak tahu siapa yang menyebarkan gosip ini,Tapi ini baru sekedar gosip,tapi walaupun begitu kita menikmatinya,kan?”. Gadis yang lain mengangguk..
Tidak dipungkiri lagi, Laurie pun menikmati apa yang baru saja didengarnya. Sebenarnya Laurie sudah menduga hal ini,ia pernah melihat dari kejauhan Ellie dan Richard keluar dari aula kampus. Saat itu ia merasa keduanya sedang melakukan sesuatu yang berhubungan dengan aktifitas perkuliahan dan Laurie pun sudah melupakan hal itu.
”Bukankah Richard sudah menikah?” tanya Laurie,berusaha agar suaranya terdengar wajar.
”Memang seperti itu, tapi Ellie cantik dan apa kau tidak tahu kalau separuh pria di negara ini suka berselingkuh setelah menikah, this is America,honey!”
”Kurasa lebih dari separuh, jika ditambah Josh kekasihmu itu!”ujar gadis di sebelahnya,yang kemudian langsung menutup mulutnya seolah merasa mengumbar rahasia besar.
”Thanks! Kau sudah membuka rahasiaku di depan orang dan sebentar lagi akan tersebar ke seluruh Salem Falls”
”Lalu kalau kalian tidak percaya dengan mitos yang ada, siapa kemungkinan membunuh Ellie?”. Mendengar pertanyaan Laurie, semua gadis terdiam dan saling menatap. Benar juga, walaupun penyihir tidak ada, tapi pembunuhnya sudah pasti nyata.
” Kurasa hanya orang kurang waras dan mabuk Laurie, tidak ada pembunuh berantai di kota ini”.
”Atau mungkin pria yang horny dan butuh pelampiasan, kemudian tanpa sengaja membunuh Ellie” timpal yang lain.
Laurie hanya tersenyum kemudian meninggalkan mereka yang masih berdebat. Sebetulnya Laurie kurang suka bergaul dengan ratu-ratu gosip seperti mereka, tapi ada saat-saat mereka sangat diperlukan untuk mencari informasi, Laurie harus mengakui dia sendiri sangat tersejut saat mendengar kalau Ellie dan Richard berpacaran. Apa benar begitu, kalau saja isu itu benar itu bisa menjadi skandal universitas dan kemungkinan Richard akan dicoret dari daftar pemilihan dekan universitas yang baru, kemungkinan terburuk ia akan didepak dari tempat ini. Akan kucari tahu, kata Laurie dalam hati. Tidak peduli apa yang akan Jessica bilang tentang main detektif –detektifan, polisi dan penjahat!aku hanya ingin tahu tentang semua ini. Persetan dengan mitos. Aku akan ke rumah Ellie nanti sore.
Sore itu Joanna Smith tengah menjerang kopi di dapurnya yang luas dan nyaman, sinar matahari sore yang menembus melalui jendela-jendela kaca dapur tetap tidak bisa membuat ruangan itu lebih hangat, siaran prakiraan cuaca setempat menagatakan akan ada hujan salju ringan dan angin yang berhembus dingin malam ini. Joanna telah selesai meletakan banyak potongan kayu ke perapian sebagai persiapan nanti malam. Hari itu dihabiskannya dengan merapikan barang-barang Ellie sambil membaca buku harian milik putrinya itu, ia semakin menemukan banyak kejanggalan di sana.
Ia kembali teringat pada sebuah kejadian yang tertulis di buku harian Ellie pada tanggal 16 Desember 2007,dua hari sebelum Andrew dibunuh di sana tertulis....
Dear Diary
Hari ini Dad memarahiku karena terlihat berdua dengan Prof. Nixon, aku bilang pada Dad kami berdua tidak melakukan apapun, dan aku juga tidak menyukai dosenku itu. Dad juga bilang ia sudah memarahi Prof. Nixon habis-habisan dan melarangnya untuk mendekatinya selain jam kuliah, atau Dad akan melaporkannya pada pihak unversitas....sebetulnya aku senang Dad melakukan hal itu, karena Prof. Nixon membuatku takut dan aneh.
Jika benar Richard Nixon menyembunyikan sesuatu tentang puteriku,a ku akan langsung membawa buku harian ini ke polisi. Kata Joanna dalam hati. Akn ku cari dulu bukti-bukti mengenai hal ini, kalau perlu aku akan menyewa seseorang untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada suami dan puteriku.
Joanna baru saja menuang kopi pertamanya saat salah seorang pelayannya mengatakan ada seorang gadis muda yang ingin bertemu dengannya. Joanna menyuruh pelayan itu agar gadis tersebut langsung di antar ke dapur saja.
Saat melihat gadis itu di depannya, Joanna melihat gadis cantik seusia Ellie membawa seikat bunga sambil tersenyum sayu, yang kemudian langsung memeluknya dan baru memperkenalkan dirinya.
”Mrs.Smith, anda tidak mengenal saya. Nama saya Laurie Anderson, saya adalah salah satu teman Ellie,walaupun kami tidak terlalu akrab, tapi saya turut prihatin apa yang menimpa putri anda.Sore kemarin saya tidak sempat datang ke acara upacara suami dan putri anda, jadi secara pribadi , saya datang kesini untuk mengucapkan turut berduka cita”.
Joanna menerima apa yang diberikan Laurie dengan senyum tulus. ”Baik sekali kau mau datang kemari, jarang ada gadis muda yang mau melakukan hal ini.”
”Ellie temanku juga, walaupun yang seperti kubilang tadi kami tidak terlalu dekat dan hanya bicara dengannya jika ada perlu saja,tapi ia gadis yang baik.”
”Duduklah,kau pasti kedinginan. Kau mau kopi?”kata Joanna menawarkan.
Laurie mengangguk.”Pasti nikmat sekali di tengah udara sedingin ini.”
Laurie memperhatikan luas dapur itu yang merupakan tiga kali lipat dari luas kamar apartemennya. Dindingnya dicat dengan warna hijau pucat dan terlihat kontras dengan warna sore ini, walaupun dapurnya luas tapi Laurie hanya melihat satu buah lemari pendingin, sebuah microwave, kompor gas, meja makan dan tanaman berukuran cukup besar yang di tanam di dalam pot dan diletakkan di pojok dapur.
”Namanya Sansivera, baik untuk menangkal radikal bebas!” kata Joanna memberi tahu.
”Bagus sekali, aku baru melihatnya pertama kali, sangat indah”
”Andrew yang membawanya dari Indonesia, saat itu ukurannya tidak sebesar itu dan ia terus merawatnya hingga ukurannya mencapai sekarang. Kami sekeluarga sangat menyukai tanaman, kalau kau mau kita bisa pindah ke kebun belakang.” Kata Joanna menawarkan.
”Tidak usah, di sini lebih hangat. Mrs. Smith, aku tahu ini berat buat anda, tapi aku datang mewakili teman-teman yang lain kemari untuk menghibur anda, agar anda tahu bukan anda saja yang ikut berduka”.
Joanna mengangguk lemah sambil tersenyum, ia bisa melihat perasaan yang tulus pada gadis itu, jarang sekali ada gadis muda yang masih mau peduli terhadap hal-hal seperti ini. ”Ellie adalah anak yang baik, mungkin kadang agak manja dan menyebalkan jika ia sedang kesal dengan seseorang, tapi apa mungkin sampai sangat menyebalkan hingga orang ingin membunuhnya”.
Laurie mengusap tangan Joanna dengan lembut. ”Aku percaya kalau Ellie adalah teman yang baik, dan setahuku ia tidak pernah terlibat masalah yang berarti di kampus. Kalau boleh aku tahu, apa ia tidak pernah cerita kepada anda tentang masalah pribadinya” tanya Laurie, ia berusaha agar tidak terlalu terdengar ingin tahu.
”Ia memang agak tertutup tentang masalah pribadinya, juaga tentang kencan dan semua yang berhubungan dengan hal-hal seperti itu, tapi aku tahu sedikit dari Sarah dan Karen kalau ia pernah berpacaran dengan Ted William, aku tahu anak muda itu pemuda yang kurang baik menurutku, tipe anak papa. Waktu aku bertanya pada Ellie, ia cuma menjawab bahwa ia suka Ted, dan Ted baik padanya. Setelah itu aku tidak pernah bertanya tentang hubungan mereka lagi, aku tidak mau dianggap ingin tahu urusan orang lain walaupun itu oleh puriku sendiri, ia sudah cukup dewasa, kecuali jika ia minta saran, aku akan senang hati membantunya”. Sepertinya gadis ini baik, dan bisa dipercaya, pikir Joanna. Ia juga bersikap netral dan peduli kepada Ellie, apa sebaiknya kutunjukkan buku harian Ellie padanya? Mungkin ia bersedia membantuku meyelidiki tentang Richard. Tidak! Kenapa aku harus merepotkan orang yang baru saja kukenal, setidaknya sekarang bukan saat yang tepat, tapi nanti pasti aku akan minta bantuannya. ”Kau mau tambah kopi?” tanya Joanna yang melihat cangkir Laurie yang telah kosong.
”Aku tidak terlalu mengenal Sarah dan Karen, apa mereka pernah cerita kepada anda apa Ellie punya musuh, atau ada seseorang yang merasa tersinggung oleh perkataannya”.
”Aku pernah mencari tahu tentang hal itu, dan tentang pertengkaranya dengan Ted di pesta Sarah, aku juga telah bicara dengan Ted, dan ia bilang ia memang amat marah setelah Ellie melecehkannya di depan umum seperti itu, tapi ia bilang langsung melupakannya”.
”Kurasa Sarah benar, aku kenal Ted. Maksudku aku pernah berpacaran dengan Ted, walaupun ia bajingan, tapi aku yakin ia tidak berani menyakiti perempuan secara fisik”.
”Kikira aku telah mengenal anakku, tapi ia menyembunyikan banyak hal yang tidak aku ketahui”kata Joanna terus terang.
Laurie meninggalkan rumah Joanna menjelang malam, sebelumnya ia berjanji akan mengunjungi Joanna lagi minggu depan untuk minum kopi bersama. Hembusan angin dingin menyambutnya begitu Laurie melangkah keluar meninggalkan rumah Ellie, cuaca yang bertambah dingin membuatnya memasukkan tangan ke dalam saku mantelnya. Laurie baru sadar kalau rumah Ellie jauh dari keramaian, tempatnya dikelilingi pohon pinus dan ek. Sambil berjalan agak cepat menuju apartemennya, ia kembali memikirkan ekspresi Joanna yang sepertinya ingin memberitahu sesuatu padanya, tapi apa? Tanya Laurie dalam hati. Apakah itu sesuatu yang berhubungan dengan Ellie? Laurie berusaha menebak-nebak. Aku akan terus mencari tahu, bukan hanya untuk Joanna, tapi juga untuk Lisa.
to be continue......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar