Sabtu, 23 Januari 2010

The Myth part 3

Bab 3

Sepiring biskuit dan satu teko kecil kopi panas menjadi sajian kebiasaan Robert dan Lillian Clausen setelah mereka makan malam, mereka duduk berdua di ruang tengah sambil menonton siaran berita yang masih menyiarkan pembunuhan salah satu mahasiswa X University. Berita kematian Ellie Smith membuat seluruh penduduk kota kecil Salem Falls dicekam rasa takut, tidak terkecuali beberapa pegawai wanita yang bekerja di pertanian Robert.Mereka yang biasanya pulang pkl 17.00, kini minta pulang pkl.15.00 dengan perjanjian mulai bekerja pkl 7.00,mereka bilang pada Lillian bahwa tidak mau pulang gelap.

”Apa sebaiknya kita segera tanah pertanian dan segera pindah,Robert?aku juga agak takut dengan berita beredar.”ujar Lillian sambil meletakan cangkir kopinya.

”Tidak usah terburu-buru!”jawab Robert,”masih banyak yang harus kita kerjakan di sini,aku merasa sepertinya panen kita akan berjalan lancar.”

Lillian menatap ke arah suaminya,ia mulai berpikir baru beberapa hari yang lalu Robert tampak khawatir akan hasil panen mereka, tapi sekarang ada sikap optimis yang tiba-tiba muncul.Lillian berusaha mencari jawaban dari berbagai pertanyaan yang ada di pikirannya, ia sempat berpikir apa mungkin Robert terserang Alzheimer, kemudian ia memutuskan bertanya dengan mengubah topk pembicaraan.

”Mengerikan sekali yang terjadi pagi tadi,aku tidak menyangka di kota ini masih ada kejadian seperti itu, aku jadi teringat dengan Lisa, ia pasti merasa amat sedih sekarang karena teringat puterinya,lebih baik aku besok mengunjunginya.”

”Aku sempat melihatnya menangis sore tadi saat ia sedang bekerja,waktu aku membeli pupuk.Kau tahu sayang,di swalayan banyak orang bergosip,kau pasti ingin tahu tentang apa.”

Lillian mengangguk sambil menatap heran,”memangnya apa yang mereka gosikan?”

”Kau tahu,berita di kota kecil seperti ini akan cepat menyebar, dan orang-orang mulai menghubungkan kematian gadis itu dengan puteri Lisa Cornwell, menurut mereka ritual telah dimulai.”

Sekilas Lillian melihat senyum tipis di wajah suaminya,s ebelum Robert mengambil sepotong biskuit dan mengunyahnya.”Jangan mulai lagi,Robert!orang-orang suka sensasi apalagi jarang ad aberita seperti ini di Salem Falls, saat aku ke 24’rest aku juga mendengar hal yang sama, tapi aku sama sekali tidak peduli dengan hal-hal mistis seperti itu.”

”Kau sudah lihat berita tadi kan,Lillian!darah gadis itu seperti terhisap habis, apa mungkin ada manusia biasa yang bisa melakukan hal itu?”

”Robert, gadis malang itu mati karena kasus pembunuhan biasa, polisi akan menerangkan demikian, jadi jangan membenarkan apa kata orang1”

Robert mendesah panjang,ia mengalah pada istrinya dan berkata,”sayang,kita sudah sering berdebat tentang hal ini, lebih baik kita berhenti sekarang ,bagaimana kalu kita bicara tentang White Mansion.”kata Robert sambil mengelus-elus rambut istrinya yang mulai memutih di sana-sini.

”Baru saja kau bilang tidak usah terburu-buru, aku juga tidak mau menyinggung hal itu jika kau masih ingin tinggal di sini.”

”Memang,aku hanya ingin membicarakan tentang rencana kita untuk pindah ke sana, kau tahu kan banyak yang harus kita persiapkan, kita harus bicara tentang itu lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.”

Lillian mengangguk kemudian berkata,”terserah kau, ngomong-ngomong kau kenal Gina Currington?salah satu janda terkaya di Salem Falls!”

”Aku kenal dia!bukankah dia pernah membeli sayur-sayuran pada kita panen lalu, ada apa dengan dia?”tanya Robert.

”Kudengar di juga akan segera pindah ke White Mansion,usianya saja baru 56 tahun,ia punya banyak pelayan,dan masih bisa mengurus dirinya sendiri, banyak yang bilang ia hanya mau membuang uangnya, aku yakin ia tidak akan betah tinggal dengan para manula, apalagi tempat itu jauh dari keramaian.”

Gina Currington adalah salah satu janda terkaya di Salem Falls,mendiang suaminya mantan walikota Salem Falls Leonard Currington meninggal tiga tahun yang lalu, sebelum menikah dengan Leonard, Gina merupakan istri Thomas Church, aktor terkenal Hollywood. Kehidupan Gina saat itu begitu glamour hingga lupa siapa dirinya yang merupakan mantan kasir di Mc Donald, kegemaran Thomas yang suka makan junk food membuat intensitas pertemuan keduanya sering terjadi.Saat aktor dan kasir sebuah restauran fast food berpacaran tentu saja berita tersebut menjadi santapan media dan menjadi berita terheboh. Pernikahan keduanya hanya bertahan dua tahun, ulah Gina yang lupa daratan dibenci bayak orang dan akhirnya mereka bercerai. Gina mendapat sedikit harta dari mantan suaminya lalu pindah ke Salem Falls untuk lari dari media New York, lalu langsung menarik perhatian walikota dengan penampilannya yang menggoda. Tampaknya menikah dengan pejabat sangat cocok untuk Gina ,ia membuktikan pada media, pernikannya terus bertahan hingga Leonard meninggal karena sakit.

”Jadi kapan kita pindah, sayang?”tanya Lillian kemudian.

Robert menoleh dan tersenyum pada istrinya,”akan kupikirkan.”

Dalam hati Lillian terus menebak-nebak apa yang membuat suaminya berubah pikiran dalam tempo waktu semalam.



Richard Nixon tidak bisa tidur malam itu, pikirannya tertuju pada Elllie Smith, salah satu muridnya yang baru saja ditemukan tewas tadi pagi.Tidak banyak yang diketahui orang tentang Richard bahwa ia mengenal telah Ellie sejak lama. Sejak Richard datang mengajar beberapa tahun yang lalu di kelas sejarah dan melihat Ellie, dia tahu ada yang menarik dengan gadis itu. Berbeda dengan gadis lain yang berusaha mencari perhatian Richard,Ellie justru bersikap sebaliknya.Sikap itulah yang membuat Richard berpikir bahwa Ellie benar-benar beda, terutama saat ia tahu kalau Ellie adalah puteri satu-satunya Andrew Smith.Ellie yang saat itu berikap acuh dan tidak peduli dengan dosennya itu, membuat Richard semakin gencar mendekatinya tapi kemudian mulai menyerah saat ia mendengar bisik-bisik bahwa diketahui bahwa ia suka dengan pria lain.

Richard menutup mata saat merasa istrinya yang tengah tidur di sampingnya menggeliat,ia tidak sedang tidak mamu ngobrol malam ini. Tapi jelas Jenna tidak bisa dibohongi.Ia pun memulai percakapan.

”Aku tahu kau belum tidur!kalau aku boleh tahu,apa yang membuatmu terjaga?apa ada masalah di kampus?”

”Ya,kau sudah lihat berita ,kan?Ellie Smith adalah salah satu mahasiswa di kelasku, aku juga adalah dosen pembimbingnya. Aku merasa sedikit bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu untuk keluargannya.”

”Itu bagus!”kata Jenna sambil menguap.”Kasihan Mrs.Smith, kalau kau pergi ke rumahnya, bilang aku turut prihatin.”

”Ya,mungkin aku akan pergi dengan beberapa mahasiswa.”

”Aku mendengar bisik-bisik tentang kau Richard!”kata Jenna tiba-tiba.

Richard bangkit berdiri dan mengambil sebatang rokok lalu mulai menjentikan korek api,beberapa detik kemudian, Jenna sudah bisa mencium bau asap rokok yang tidak disukainya,padahal sejak awal pacaran suaminya telah berjanji akan membuang benda tersebut jauh-jauh.

”Tentang aku?apa yang kau dengar?”tanya Richard sambil melirik ke arah istrinya yang sedang tebraing membelakanginya.

”Tentang kau dan Ellie Smith! Aku sudah mendengar ini agak lama,tapi karena aku amat percaya padamu, aku berusaha menghilangkan pikiran-pikiran aneh tentang suamiku.” Akhirnya Jenna bangkit berdiri dan mengikat rambutnya.

”Aku tahu apa yang kau maksud,tapi kita sudah pernah membahas hal ini,aku sama sekali tidak peduli dengan mahasiswi-mahasiswiku kecuali mengenai kuliah mereka dan yang berhubungan dengan universitas.”

”Aku tahu!”kata Jenna. ”Aku berusaha percaya padamu, tapi tentang Ellie Smith berbeda,kan?aku tahu itu hak mu!kau dosennya,kau boleh memberikan perhatian lebih padanya,tapi cuma sebatas dosen dan mahasiswa!”

”Jenna,aku tidak mau berdebat denganmu di pagi buta hanya karena apa yang orang gosipkan dan kau berusaha mempercayainya, kenapa kau tidak mau mengerti keadaanku?apa kau pikir aku pernah menjlain hubungan dengan gadis yang baru saja dibunuh tadi pagi”bentak Richard.

Jenna terdiam dan menatap suaminya, dikepalanya muncul pertanyaan, apa mungkin Ricard jujur padaku?.Jenna sebenarnya tidak perduli apa yang dikatakan orang, tapi yang membuatnya nekat bertengakar di pagi buta seperti ini adalah karena ia menemukan gambar-gambar Ellie Smith, bisa dilihat kalau gambar itu dibuat secara sembunyi-sembunyi,karena terlihat jelas sang model tidak tahu ia sedang menjadi sasaran objek. Beberapa gambar disertai kata-kata romantis bahkan ada yang bernada cabul yang di tulis sendiri oleh Richard di laptop pribadinya, bukannya merasa aneh dan marah, Jenna justru merasa jijik atas temuannya tersebut. Saat Jenna menemukan gambar-gambar tersebut ia merasa tertipu,rasa marah dan sedih kini berganti curiga.Ia mengira telah mengenal Richard, tapi sekarang mendadak suaminya berubah menjadi sosok yang asing baginya, suami yang telah menikahinya dan hidup bersamanya mendadak tidak dikenalnya.

”Aku tidak pernah bilang begitu,tapi apa kau mau menjelaskan tentang foto-foto itu?”

”Foto apa?”tanya Richard,wajahnya menunjukan ekspresi yang terkejut bahkan agak shock,ia tidak mengira akan ditanya tentang ”foto” oleh istrinya sendiri.

”Aku menemukan foto gadis itu ada pada laptopmu, juga komentar-komentar jorok yang kau tulis di sana, itu sangat menjijikkan, aku baru tahu kalau suamiku adalah penguntit maniak, kematiannya sedang menjadi headline di mana-mana, aku jadi penasaran apa kau ada hubungannya dengan kematian gadis itu.”ujar jenna sambil berlalu keluar kamar dan memmutuskan untuk tidur di kamar tamu.

Richard masih berdiri di tempatnya ,wajahnya semakin pucat. Keringat dingin mengucur dari keningnya. Ia merasa amat tersudut dengan kata-kata istrinya.Rahasianya telah terbongkar,tapi hanya Jenna yang tahu,ia tidak ingin orang lain tahu apalagi sampai menyebar ke universitas.Bagaimanapun caranya ia harus menemukan cara agar Jenna tidak bergosip dan membuat dunianya hancur.Dengan cara apapun ia akan membungkam istrinya itu.



Tengah malam Joanna Smith masuk ke dalam kamar puterinya, sejak pulang dari pemakaman sore tadi ia belum berhenti menagis.Kerabat Andrew dan Joanna yang datang untuk mememaninya telah pulang,tinggal Kate adiknya yang datang dari Atlanta sedang tidur di ruang tamu.

Joanna duduk di tepi ranjang yang dulu ditiduri Ellie lau mengusap bantal dan seprai berwarna biru laut yang amat disukai Ellie.Joanna masih bisa mencium aroma Curious di kamar itu yang merupakan parfum Ellie, bahkan di bantal yang sedang di peluk Joanna aroma parfum itu tercum jelas.Joanna teringat saat mereka berdua membeli parfum itu di You&Me beberapa tahun lalu.

”Ellie,kenapa seleramu begitu buruk,kau tahu parfum yang sedang kau pegang adalah parfum yang dipakai oelh para pelacur.”kata Joanna saat melihat Ellie mencoba parfum murah Kiss Me.

Tadinya Ellie hendak membantah karena banyak teman wanitanya yang memakai parfum itu,tapi saat ia teringat Leona Adams memakai barang yang sama ia berkata,”ya!mungkin ibu benar!”

”Letakkan itu!seru ibunya.”Itu parfum untuk wanita tua sekelas ibu nenekmu.”

Ellie mencibir. ”Sejak kapan nenek buyutku memakai parfum! Nenek pernah cerita ibunya hanya memakai sejenis minyak dari akar tanaman dan biji-bijian.”

”Sayang,kenapa kau tidak pernah mengerti barang bagus, parfum yang terakhir kau beli membuatmu di sengat lebah.”

Ellie teringat kejadian itu,saat itu ia, Sarah dan Karen sedang mebuat cake di kebun belakang rumah, lalu acara tesebut bubar saat sekumpulan lebah datang dan menyengat Ellie. Menurut dokter parfum yang dipakainya mirip aromanya dengan lebah ratu, untuk itu banyak pejantan yang tertarik padanya. Karen dan Sarah tertawa di belakangnya.

”Jadi menurut ibu, parfum apa yang cocok untukku?”tanya Ellie masam.

Joanna meminta pelayan toko mengambilkan sebotol Curious. Parfum tersebut berwarna biru turquoise. Ellie menyemprotkan parfum tersebut ke tangannya lalu berkata,”kurasa ibu memang ahlinya.”

Joanna menepuk dada sambil tersenyum bangga.Ia merasa pujian itu tepat untuknya.Ellie merupakan puteri yang penurut, walaupun Joanna mendengar bisik-bisik kalau di kampus puterinya itu agak nakal,tapi jika sedang bersama keluargnya, Joanna merasa itu adalah Ellie yang sebenarnya.”

Joanna mencoba menahan air matanya, lalu membuka laci meja tulis Ellie, ia melihat sebuah buku berwarna biru dengan ukiran bunga dan kayu kering di bagian atasnya.Joanna merasa itu adalah buku harian Ellie. Mengikuti instingnya, Joanna membuka buku tersebut pada tengah halaman.Di sana tertulis,

13 Maret 2007

Dear Diary

Mr.Nixon hari ini menggodaku lagi,memang ia dosen yang tampan dan banyak gadis yang tertarik padanya,awalnya aku memang kagum padanya tapi,sekarang aku agak kurang suka.Aku tidak tahu kenapa.Bukankah ia sudah punya istri?padahal saat ini aku sedang naksir seseorang.

Joanna mengusap air matanya.Ellie tidak pernah cerita padaku kalau ada dosen yang menggodanya, kata Joanna dalam hati. Tunggu dulu!apakah yang dimaksud dengan Mr.Nixon adalah Richard Nixon?

Joanna mengenal pria itu.Beberapa tahun yang lalu Andrew pernah mengajaknya ke rumah, bahkan berkat rekomendasi darinya Richard bisa menjadi dosen di X University.Tapi Joanna kurang suka dengan pria itu. Saat pertama kali bertemu, ia merasa ada yang aneh dengan Richard.Walaupun wajahnya tampan dan bisa menarik gadis manapun,tapi hanya wanita cerdas dengan mata jeli bahwa Richard Nixon mempunyai maksud tertentu jika sedang menatap mereka.

Joanna membuka halaman sebelumnya,disana tertulis hal yang lebih mencengangkan.

10 Maret 2007

Dear Diary

Tadi siang aku melihat Mr.Nixon masuk ke toilet wanita,apa yang ia lakukan?jangan-jangan ia berniat mengintip!saat aku bertanya ia bilang sedang terburu-buru ingin cuci tangan, karena ditabrak mahasiswa yang sedang membawa secangkir kopi. Saat aku mau keluar Mr Nixon menarik tanganku sambil tersenyum aneh. Aku menarik tanganku dan mendorong tubuhnya kemudian berlari keluar.

Joanna merasakan jantungnya berdegup kencang.Selama ini ia mengira Ellie sudah amat terbuka padanya, tapi ternyata masih banyak yang disembunyikan puterinya itu. Joanna memutuskan membaca buku harian itu dari awal hingga akhir. Disana ia menemukan hal-hal yang mengejutkan, diantaranya tertulis bahwa Richard Nixon pernah menyatakan perasaanya pada Ellie,tapai dengan tegas Ellie menolak,kemudian Ellie melaporkan kejadian itu pada Andrew dengan alasan ia akan melaporkannya pada pihak Universitas, tapi Andrew urung melakukannya karena mereka masih teman baik dan Richard hanya mendapat peringatan kecil.

10 November 2007

Dear Diary

Aku tidak tahu harus bilang apa,aku sangat sedih sekali. Hari ini daddy meninggal,ia dibunuh seseorang.Aku tidak tahu siapa pelakunya.Kuharap polisi segera menemukannya dan memberi orang itu hukuman mati.

Joanna Smith terus membaca lembar demi lembar buku harian milik putrinya.Lebih dari yang ia bayangkan, ternyata puteri satu-satunya menyimpan banyak hal mengenai kehidupannya.Terlalu banyak yang tidak diketahui Joanna sebagai ibu kandungnya.Sebagai seorang ibu, Joanna merasa Ellie memang sering mencurahkan hatinya sebagaimana ibu dan anak. Ellie memang sering bercerita tentang kehidupan kampus,terutama saat awal semester satu.Walaupun saat SMU tak jarang Ellie bercerita tentang cowok, tapi jarang teman kampus yang menarik perhatiannya. Joanna menarik nafas panjang saat membaca halaman yang bertuliskan bahwa Ellie jatuh cinta dengan berandal kampus Ted Williams.Joanna mengenal bocah itu, tipe anak manja yang suka membuat kekacauan. Menurut berita yang beredar Ted terancam tidak akan mendapat warisan akibat ulahnya yang makin keterlaluan. Mata Joanna menyipit saat membaca halaman bahwa Ellie telah berpacaran dengan Ted. Aku tidak tahu kalau Ellie berpacaran dengan pemuda itu, anak baik dan penurut ternyata mulai nakal, good girl gone bad!pikir Joanna.

Tanpa terasa sinar matahari mulai menembus melalui celah tirai jendela kamar tidur Ellie.Joanna memutuskan untuk melanjutkan membaca setelah pulang upacara nanti sore. Masih banyak yang ia ingin ketahui tentang puterinya. Ia mulai berpikir akan menyerahkan buku itu kepada seseorang,ia merasa ada petunjuk atas kematian suami dan putrinya. Joanna mendengar pintu diketuk.

”Masuklah...!”katanya pelan.

”Aku mencarimu ke mana-mana!”adiknya Kate melongok ke dalam kamar.”Kau baik-baik saja?”

Joanna menggeleng dan merangkul adiknya kemudian mulai menagis terisak-isak dalam dekapan adiknya.



Bab 4

18 November 2008

Jack Daherty tengah di kantornya sedang menyeruput kopi panas,ia sedang meneliti berkas-berkas milik Ellie Smith yang baru saja di dapat anak buahnya.Dari informasi yang ia dapat,Ellie merupakan gadis biasa-biasa saja di kampus, tapi sejak bergabung bersama geng pesta Karen White dan Sarah Lee, ia mulai menjadi pusat perhatian apalagi wajahnya yang tergolong cantik, apalagi saat menjalin hubungan dengan berandal Williams, Ellie sempat masuk kolom gosip di koran dan mading kampus.

Jack mendengar pintu diketuk, asistennya Nick Spencer muncul sambil membawa setumpuk berkas dan segelas kopi panas.”Boleh aku masuk?aku membawakanmu sesuatu yang baru yang akan membuatmu tertarik,aku yakin ini berhubungan dengan Ellie Smith!”

”Ya,kita selalu mendapat bukti baru,tapi pada akhirnya akan menemui jalan buntu !sampai sekarang kasus Andrea Cornwell masih membuatku sering tidak bisa tidur.”

”Tak perlu gusar seperti itu!”ujar Nick.”Kali ini berbeda, aku merasa kematian Ellie Smith dan Andrea Cornwell saling berhubungan.”

Jack meraih berkas-berkas yang disodorkan Nick padanya.Ia membaca dengan amat teliti,wajahnya berubah menjadi amat serius saat membaca sesuatu yang menarik.Dorothy sering mengejeknya mengenai hal tersebut.”Kau seperti berhadapan dengan penjahat saja, Jack!”kata istrinya waktu itu. ”Padahal kau hanya sedang membaca”.

Aku memang akan berhadapan dengan penjahat,pikir Jack saat meletakkan berkas-berkas tersebut di meja.”Ada yang menarik,malam sebelum kematiannya, Ellie sempat bertengkar hebat dengan pacarnya di pesta Sarah Lee,kau tahu siapa pacarnya?”

Nick mengangguk,”well!aku mengikuti perkembangan gosip, anak tetanggaku kuliah di X University, kudengar dia berpacaran dengan putra Teddy Williams Sr.”

”Si berandal William ,ia memang sering keluar masuk kantor polisi karena melakukan kejahatan kecil ,mengebut sambil mabuk, mengemudi tanpa SIM, mengutil dan semunya bebas dengan jaminan.”

”Aku tidak heran,ayahnya adalah pengusaha sukses dan ia akan melakuan apapun untuk putera satu-satunya.William adalah tipe anak manja yang kurang mendapat perhatian dan sering mebuat onar, apa yang menarik dari anak seperti itu.”

”Sebetulnya tidak terlalu penting, tapi aku ingin kau menyelidiki pemuda ini, aku mau tahu apa berandal kecil ini juga bisa membunuh.”ujar Jack pelan.

Nick mengangguk.”Akan kulakukan!apa kau akan muncul di upacara kematian Ellie nanti sore?siapa tahu pelakunya muncul di sana.”

Sebelum sempat menjawab Jack mengangkat telepon yang berdering,wajah seriusnya kembali muncul kemudian ia meletakan gagang telepon dengan pelan lalu berkata pada asistennya.”Sebaiknya tunda dulu untuk menemui Ted Williams, anak buah kita menemukan kerangka manusia di TKP kemarin.”



to be continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar